Senin, 22 April 2019


Model Minapadi Indonesia Jadi Rujukan Asia-Pasifik

21 Jan 2019, 15:16 WIBEditor : Gesha

Pengembangan mina padi di Kecamatan Tawangsari, Kab. Sukoharjo, Jawa Tengah. | Sumber Foto:INDARTO

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Yogyakarta --- Cerita sukses pengembangan mina padi di tanah air mendapat apresiasi Badan Pangan Dunia/FAO. Lantaran Indonesia dinilai berhasil dalam mengembangkan mina padi sebagai program prioritas untuk mendukung ketahana pangan nasional, FAO menetapkan Indonesia sebagai rujukan model pengembangan mina padi di kawasan Asia –Pasifik.

"FAO mengapresiasi komitmen Indonesia dalam mengembangkan minapadi ini, sehingga bisa jadi best practices bagi negara-negara lain,” kata FAO Representatif for Asia Pasifik, Weimin Miao pada acara Regional Workshop on Innovation Rice-fish and Climate Resilient Tilapia Farming,  di Yogyakarta, Senin (21/1)

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengungkapkan, sangat bangga atas apresiasi dunia terhadap keberhasilan program mina padi nasional. Mina padi yang dikembangkan saat ini sudah berhasil diaplikasi masyarakat. 

Bahkan, Indonesia  dijadikan model solusi global dalam menopang ketahanan pangan di tengah penurunan kualitas dan perubahan iklim global yang terjadi saat ini.

“Sebanyak 13  (tiga belas) perwakilan negara-negara Asia-Pasifik belajar mina padi di Indonesia. Ketiga belas negara tersebut yakni Bangladesh, Kamboja, China, India, Laos, Myanmar, Nepal, Pakistan, Philipina, Sri Langka, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam,” papar Slamet Soebjakto dalam acara serupa.

Menurut Slamet, kehadiran 40 delegasi dari 13 negara di Asia Pasifik menjadi nilai positif, bahwa Indonesia sangat diperhitungkan dalam memberikan kontribusi bagi upaya pemenuhan kebutuhan pangan global melalui inovasi pengembangan minapadi.

Minapadi sangat sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yang telah disepakati negara negara di dunia. Tujuan tersebut yakni pengentasan kemiskinan dan pemenuhan kebutuhan pangan.

Slamet juga mengungkapkan, Indonesia telah mampu mendongkrak pendapatan masyarakat pembudidaya ikan secara nasional yakni dari tahun 2017 rata-rata sebesar Rp 3,29 juta/bulan menjadi Rp 3,38 juta/bulan pada tahun 2018.

Peningkatan pendapatan tersebut juga salah satu didongkrak oleh kegiatan usaha mina padi di berbagai daerah. 

“Kegiatan prioritas lainnya seperti program pakan mandiri, pengembangan budidaya ikan system bioflok, pengembangan induk dan benih unggul dan berkualitas, pengembagan teknologi recirculation aeration system serta kegiatan lainnya, juga berkontribusi terhadap  pendapatan masyarakat pembudidaya ikan,” jelas Slamet.

Dalam kesempatan tersebut, Perwakilan FAO Indonesia Stephen Rudgrad juga mengapresiasi keberhasilan kepada Pemerintah Indonesia atas pelaksanaan mina padi selama ini.

Bahkan, ia berharap agar mina padi  menjadi salah satu strategi yang terus dikembangkan untuk meningkatkan ketahanan pangan dunia

 

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018