Minggu, 20 Oktober 2019


Dari Kunak Sapi Perah Bogor, Yoghurt PapaJo Go Nasional

04 Okt 2019, 10:52 WIBEditor : Ahmad Soim

Yoghurt PapaJo produksi peternak sapi perah di lereng Gunung Salak Bogor | Sumber Foto:Istimewa

 

TABLOIDSINARTANI.COM – Peternakan Sapi Perah PapaJo mengelola 50 ekor sapi perah, 40 ekor diantaranya bisa diperah.  Produksi susu di peternakan PapaJo mencapai 300-350 liter per hari. Susu itu diolah menjadi Yoghurt PapaJo.   Pulau Jawa menjadi sasaran pasar pertamanya.

 “Produk yoghurt yang sudah ada di pasaran adalah The Drink Yoghurt atau yoghurt untuk minuman. Yoghurt ini berbeda. Ini adalah  The Real Yoghurt,   pertama dan satu satunya yoghurt yang sesungguhnya,” kata Taufik Ahmad, Marketing Jaringan Yoghurt PapaJo yang juga peternak sapi di Kawasan Usaha Peternakan Sapi Perah (Kunak Sapi Perah) di Desa Situ Udik, Cibungbulang, Kabupaten Bogor (4/10).

  Di Situ Udik terdapat sapi perah sekitar 2.150 ekor yang dikelola oleh 180 peternak. Desa ini terletak di lereng Gunung Salak dengan suasana pedesaan.  Jaraknya hanya sekitar 25 Km dari kota Bogor. Bisa ditempuh antara 1 - 2 jam dengan menggunakan kendaraan roda empat. Tergantung kepadatan lalu lintas.

Taufik Ahmad menjelaskan saat ini pemasaran Yoghurt PapaJo masih di sekitar pulau Jawa. “Jabodetabek, Wonosobo, Kudus dan lain-lain,” tambahnya kepada tabloidsinartani.com. Dia berharap  pemasaran Yoghurt PapaJo  semakin berkembang. Potensi pasar di daerah sekitar Kunak Sapi Perah juga terbuka.

 Pengolahan susu yang diproduksi Peternak Sapi Perah di Kunak Situ Udik dimotori oleh Joko Purwanto. Taufik Ahmad menyebutnya Papa Joko. “Dari nama pemilik itu sekaligus menjadi icon the real yoghurt PapaJo,” tambahnya.  

Taufik Ahmad mengembangkan pasar Yoghurt ke toko-toko, sekolah, pesantren dan warung warung sekitar   Kecamatan  Cibungbulang, Pamijahan dan Leuwiliang.  “ The Real yoghurt PapaJo,  masuk ke sekolah sekolah dan pesantren pesantren dengan cara kami titip 1 freezer kapasitas 100 liter beserta produk yoghurtnya sebanyak 30 pak yang ukuran stik isi 24 stik/pak.  Sistem pembayaran konsinyasi,  tidak ada target penjualan, tapi kami kontrol 1 minggu sekali,” tambahnya.  

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018