Wednesday, 02 December 2020


Berhasil Panen, SMAN 109 Jakarta Mulai Jajal Aquaponik

09 Jan 2020, 14:41 WIBEditor : Clara

Urban Farming di Kawasan SMAN 109 Jakarta | Sumber Foto:Indri Hapsari

Di lahan bekas bangunan yang masih terdapat sisa ubin serta keramik, para pelajar yang tergabung dalam Green School Community (GSC) tetap antusias merawat berbagai tanaman hortikultura

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta-Program Pertanian Masuk Sekolah (PMS) dari Kementerian Pertanian yang dilaksanakan sejak akhir tahun 2019, mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan, khususnya di DKI Jakarta.  Dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pada rabu (8/1) oleh Tim Kementerian Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta, SMAN 109 Jakarta berhasil panen beberapa jenis sayuran serta mulai berinovasi teknik urban farming Aquaponik.

Di lahan bekas bangunan yang masih terdapat sisa ubin serta keramik, para pelajar yang tergabung dalam Green School Community (GSC) tetap antusias merawat berbagai tanaman hortikultura. Tim Monev pun berkesempatan mengikuti kegiatan panen seperti oyong, bayam merah, dan caisim.

“Kelas X dan XI serta siswa GSC terlibat langsung dalam kegiatan ini. Mereka sangat bersemangat, mungkin rindu dengan adanya pemandangan sayuran yang bisa tumbuh subur di lingkungan sekolah,” kata Kepala Sekolah SMAN 109 Jakarta, Rusmala Nainggolan ketika ditemui TABLOIDSINARTANI.COM.

Selain tanaman sayuran, tampak bunga matahari juga ditanam di lahan. Bunga matahari tidak hanya berfungsi sebagai estetika, namun juga  sebagai tanaman refugia,  tanaman yang mampu mengendalikan hama secara alami.

“Program PMS sejauh ini berjalan dengan baik berkat dukungan dan bimbingan berbagai pihak khususnya Kementerian Pertanian dan Dinas KPKP Jakarta. Makanya kami mulai berinovasi dengan mengembangkan teknik aquaponik, yakni budidaya sayuran dikombinasikan dengan budidaya ikan lele, ” jelas Rusmala yang juga hobi bertani.

Hal senada juga dikemukakan oleh Kepala Seksi Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian  (BPTP) Jakarta, Dyah Pitaloka. “Dari pantauan kami di sini, tampak hasil yang sudah bagus dari program PMS. Kami juga siap mengadakan bimtek pengendalian hama dan penyakit. Secara umum teknik budidaya, kami nilai sudah dapat dipahami di sekolah ini,” katanya.

Kegiatan pertanian ini pun sebaiknya dilakukan juga di kegiatan ekstrakulikuler. Salahsatunya adalah kegiatan Pramuka karena identik dengan alam. Kepala Seksi Pertanian Perkotaan Dinas KPKP Jakarta, Taufik Yulianto berharap dengan adanya Pramuka, sebaiknya Satuan Karya (Saka) Tarunabumi dapat juga dibentuk di SMAN 109 Jakarta. “Saka Tarunabumi ini mempunyai kegiatan yang positif di bidang pertanian, agar ke depan semakin banyak generasi muda yang mencintai pertanian. Kami dari Dinas KPKP Jakarta siap membantu memfasilitasi, “ ujarnya.

Reporter : Indri Hapsari
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018