
Pemandangan di Asep Stroberi
TABLOIDSINARTANI.COM, Garut---Nasi liwet merupakan nasi khas asal tanah Sunda yang cukup populer di masyarakat Indonesia. Di dalam nasi liwet, bukan hanya sebatas nasi saja, melainkan terdapat lauk-pauknya bahkan ada yang ditambahkan pete. Dari rasanya, nasi liwet ini gurih karena sudah ditambahkan aneka bumbu rempah dan bawang. Jadi dapat dikatakan makan nasi liwet tanpa lauk-pauk sudah cukup karena sudah lengkap di dalamnya.
Kalau kita akan ke daerah Jawa dengan via jalur selatan, tentu akan melewati jalan yang cukup berliku dan di sampingnya terdapat jurang, yakni jalur Nagreg. Di sekililing jalur ini, banyak sekali restauran bergaya Sunda, tetapi yang cukup terkenal adalah Liwet Pak Asep Stroberi atau yang akrab ditelinga masyarkat Asep Stroberi (Asstro)
Cukup aneh mendengar nama restaurannya yang terdapat embel-embel nama buah ‘stroberi’. Ternyata ada sejarahnya memang berkaitan dengan stroberi, yakni sang owner, Pak Asep dulunya pernah sempat bekerja sebagai design creator pembuatan taman wisata petik strowberi langsung di Lembang, Bandung. Ketika masa pengerjaan taman tersebut, Asep sering memasak nasi liwet untuk para pekerja lainnya dan banyak yang suka dengan nasi liwetnya.
Makanan yang ada di Asep Stroberi ini memang menyajikan masakan Sunda dengan menu andalannya adalah nasi liwet. Untuk lauk-pauknya, cukup beragam. Ada ikan gurame, ayam kampung, tahu-tempe, ikan peda, pete, cireng, tumis sayur genjer, dan masih banyak lainnya. Walaupun citarasa masakannya cenderung ke arah masakan Sunda, tetap memikat seluruh lidah masyarakat Indonesia. Apalagi ditambah dengan minuman andalannya, jus strawberi, tambah ‘maknyus’.
Harga makanan dan minuman yang disajikan cukup terjangkau. Dengan kisaran harganya Rp 7 ribu sampai Rp 200 ribu per porsi. Bahkan ditawarkan juga menu paket, seperti Paket Nasi Liwet untuk 2 orang Rp 75 ribu yang terdiri dari nasi liwet di dalam panci kastrol (panci khas nasi liwet), tahu-tempe, lalapan, ikan asin peda, ayam pejantan/daging sapi, dan sambal.
Restauran yang sudah berjalan selama 14 tahun, bukan hanya dapat menikmati makanannya saja, melainkan dapat sekaligus cuci mata. Dengan konsepnya yang bersaung-saung, di lahan seluas kurang lebih 3 hektar ini, dapat melihat pemandangan sawah teras sering ditambah terdapat air terjun buatan dan kolam ikan. Cukup memanjakan mata dan perut.
Asep Stroberi di jalur Nagreg ini dapat disebut juga sebagai rest area karena tempatnya cukup luas. Selain itu, terdapat mushola yang cukup luas, kamar mandi yang cukup banyak, dan terdapat tempat jual-beli pernak-pernik berbentuk stroberi hasil UMKM di masyarakat sekitar (Garut). Di samping patung besar straberi, terdapat juga penginapan bergaya arsitektur Yunani yang teradapat kolam renang dengan pemandangan langsung kea rah areal persawahan teras sering.