Sunday, 05 April 2020


Pertanian di Gang Sempit? Tengok Warga Grogol Selatan

21 Feb 2020, 18:13 WIBEditor : Clara

Urban farming di gang sempit Grogol Selatan | Sumber Foto:Indri Hapsari

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Pemanfaatan ruang untuk Pertanian Perkotaan Urban Farming tidak hanya di lahan kosong atau kantor pemerintah saja, namun juga menyasar jalan kecil (gang) yang banyak terdapat di Jakarta. Gang yang pada umumnya sempit, berkat kreativitas warga berhasil dihijaukan dengan berbagai tanaman sayuran dan tanaman obat. Gang-gang sempit ini kini terkenal dengan sebutan ‘Gang Hijau’.

Salah satu wilayah di Kelurahan Grogol Selatan, warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Bougenville RW 09, berhasil mengembangkan Urban Farming berupa sayuran bayam, kangkung, sawi, lidah buaya, buah tin, jahe dan sebagainya. Poktan ini berhasil meraih juara 2 dalam Lomba Taman Hati PKK 2019 Tingkat Provinsi DKI Jakarta.

“Kami sudah sampai pada tahapan pengolahan hasil pertanian, seperti minuman bandrek atau bir pletok, manisan jahe, cendol daun kelor, dan sebagainya. Bila ada bazaar kami juga selalu ikut untuk pemasarannya, selain dikonsumsi sendiri oleh warga sekitar. Hasilnya sangat bermanfaat untuk menambah penghasilan warga terutama para ibu rumah tangga,” kata Intan Nuraini, pengurus Poktan Bougenville yang ditemui Sinar Tani pada Selasa (18/2)

Lurah Grogol Selatan, Asep Subahan yang juga hadir di lokasi Gang Hijau, sangat mengapresiasi semangat warganya. “Gang hijau di sini jadi percontohan warga lainnya, memang awalnya tidak mudah memotivasi warga agar mencintai lingkungan dengan kegiatan pertanian. Di kantor Kelurahan Grogol Selatan juga telah dikembangkan Urban Farming, dengan motor penggerak pengurus PKK,” kata Asep Subahan.

Asep juga sangat berterimakasih atas bantuan dan bimbingan dari jajaran Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta. “Semoga kami terus dibimbing demi suksesnya Urban Farming yang terbukti memberikan manfaat besar bagi warga,” ujar Asep.

Kepala Seksi Pertanian Perkotaan Dinas KPKP Jakarta, Taufik Yulianto yang hadir juga memberikan saran agar warga wilayah gang hijau lebih giat mempromosikan minuman khas dari tanaman obat. “Gang di sini ternyata cukup panjang, dan tanamannya juga beragam. Potensial dijadikan lokasi penjualan minuman khas dari tanaman obat seperti misalnya olahan jahe. Kegiatan Urban Farming di Jakarta telah mendapatkan apresiasi banyak pihak di berbagai daerah, semoga semakin meningkat ke depannya,” kata Taufik.

Reporter : Indri Hapsari
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018