
Croissant singkong
TABLOIDSINARTANI.COM, Malang---Singkong atau ubi kayu menjadi salah satu bahan pangan alternatif yang bisa diolah menjadi berbagai produk pangan olahan. Ingin bisa membuat produk pangan olahan, yuk belajar di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan.
Rivana Agustin Widyaiswara Pengolahan Hasil di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan Malang, khususnya di Laboratorium Pengolahan Hasil telah mengembangkan serta membuat diversifikasi produk dari singkong yakni croissant singkong. Resep pembuatannya telah disesuaikan dengan kebutuhan petani maupun yang dapat digunakan masyarakat secara luas.
Menurut Rivana, croissant singkong tersebut bisa menjadi alternatif potensi bisnis dalam meningkatkan ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia akhir-akhir ini. BBPP Ketindan Malang teah menyiapkan materi pembelajaran pelatihan yang disampaikan melalui vicon (video teleconference) secara online.
Hal ini sejalan dengan rencana kerja Kementerian Pertanian mengenai peningkatan diversifikasi pangan dan ketahanan pangan dengan mengoptimalkan sumberdaya lokal. Salah satunya adalah tanaman ubi kayu yang kaya akan kandungan karbohidratnya. Ubi kayu atau singkong merupakan tanaman rakyat yang dapat dikatakan sebagai makanan pokok, selain nasi oleh masyarakat Indonesia.
Begitu banyak manfaat dari singkong, dalam pengolahannya tidak terlalu sulit. Singkong mudah ditanam dan diperoleh. Hal inilah yang dapat dijadikan potensi sebagai ladang bisnis yang menjanjikan.
Beraneka ragam olahan singkong kini banyak ditemui dengan bentuk dan rasa yang variatif serta menyehatkan. Misalnya, keripik singkong, gatot, tiwul, tape, aneka macam kue, es krim, tepung cassava dan tepung mocaf (modification cassava flour).
BBPP Ketindan Malang juga telah menyiapkan beberapa materi pembelajaran yang lainnya pada bidang budidaya, hama dan penyakit tanaman, teknologi pengolahan hasil, sosial ekonomi dan penyuluhan pertanian. Materi itu untuk memperkuat dan memotivasi masyarakat Indonesia tetap semangat berkarya dan menciptakan hasil karyanya yang inovatif dan kreatif.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai kesempatan berpesan, adanya musibah wabah Covid-19 ini tidak boleh membuat aktivitas pertanian berhenti. Kementan akan terus optimalkan SDM Pertanian untuk menggenjot produksi dan produktivitas bahkan ekspor.
Pertanian tidak berhenti dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional serta meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia agar lebih baik. “Sektor pertanian memiliki potensi yang sangat besar dalam menumbuhkan ekonomi nasional,” kata Mentan SYL.
Demikian juga Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian yaitu Prof. Dedy Nursyamsi mengatakan, masalah pangan adalah masalah yang sangat utama, hidup matinya suatu bangsa. “Sudah waktunya petani tidak hanya mengerjakan aktivitas on farm, tapi mampu menuju ke off farm, terutama pasca panen dan olahannya,” katanya.