Saturday, 15 August 2020


Curahan Hati Petani, Gugah Riza Bangun Rumah Mocaf

29 Jul 2020, 13:03 WIBEditor : Yulianto

Riza angkat nasib petani singkong dengan rumah Mocaf | Sumber Foto:Regi

TABLOIDSINARTANI.COM, Banjarnegara---Curahan hati petani singkong membuat hati Riza Azyumarridha Azra tergugah membangun rumah mocaf (modified cassava flour). Ia kemudian mendirikan perusahaan yang berlandaskan asas sociopreneurship di Kutabanjarnegara, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Awal bertemunya Riza dengan petani singkong berawal saat dirinya menjadi relawan di Dusun Jemblung, Kabupaten Banjarnegara yang tertimpa musibah longsor tahun 2014. Di dusun yang hilang tertimbun longsor, sarjana tehnik elektro ini bersama sejumlah temannya mendirikan Sekolah Inspirasi Pedalaman, untuk membantu anak – anak yang putus sekolah akibat bencana tanah longsor.

Dari sanalah, Riza bertemu petani petani singkong. Ibarat pepatah ‘Sudah Jatuh Tertimpa Tangga’, petani yang sudah tertimpa longsor, ternyata hasil panen singkongnya dihargai cukup rendah.

Sedih dan miris. Itulah yang dirasakan Riza mendengar singkong petani hanya dihargai Rp 200/kg. Jerih payah petani ibarat tak mendapat penghargaan yang layak. Bahkan harga yang diperoleh petani jauh dari kata sepadan dengan upaya yang dilakukan petani dan biaya produksi, bahkan untuk upah mencabut singkong atau panen.

“Karena harga jual yang jauh lebih murah bahkan dibanding upah mencabut singkong, petani memilih membiarkan singkong yang subur dan banyak di kebun hingga membusuk,” kata Riza.

Menyikapi apa yang menjadi persoalan petani, pemuda 28 tahun ini  tergerak untuk berbuat sesuatu yang bisa mengubah keadaan masyarakat. Riza kemudian mencari dan mengolah data, berdiskusi dan banyak menggali informasi dari berbagai kalangan ahli singkong sampai dosen teknologi pangan.

Dari hasil mencari berbagai informasi, akhirnya Riza mendapat masukan pengolahan singkong menjadi tepung Mocaf (Modified Cassava Flour). Ia pun yakin, tepung mocaf, merupakan bahan pangan masa depan. Apalagi merujuk pada data yang diperolehnya, Indonesia berada diurutan kedua setelah Brazil sebagai penghasil singkong terbesar di dunia.

Kabupaten Banjarnegara tanah kelahirannya  merupakan penghasil singkong terbesar kedua di Jawa Tengah. “Dari data yang saya peroleh, Banjarnegara adalah penghasil singkong terbesar kedua se-Jawa Tengah. Singkong juga tumbuh baik dari Sabang sampai Merauke, membuat Indonesia ada diurutan ke dua penghasil singkong dunia setelah Brazil,” ungkapnya.

Iapun mulai belajar membuat tepung mocaf dari nol hingga berhasil. Setelah itu Riza mulai mengedukasi sejumlah petani  cara pembuatan tepung mocaf hingga dapat secara mandiri memproduksi hingga memasarkan mocaf. Sayangnya harapan Riza tak semudah membalikkan telapak tangan. Petani tidak mudah dalam memasarkan mocaf dan berakibat produksinya tertimbun.

Membuat Klaster

Ia berupaya mencari solusi masalah yang dihadapi hingga muncul sebuah ide membangun Rumah Mocaf. Untuk upaya besar ini, Riza menerapkan konsep dengan membagi deskripsi pekerjaan dengan konsep kluster. Kluster pertama, petani sebagai produsen bahan baku. Pendampingan dan edukasi yang diberikan untuk petani adalah seputar produktivitas,  literasi finance, integrated farming  untuk menentukan HPP singkong.

Selama ini petani hanya menanam, tanpa membuat analisa usaha, analisa  usaha lahan dan margin. Integrated farming dengan ternak kambing dan sapi, dengan memanfaatkan kulit singkong diolah menjadi pakan dan kotoran ternak untuk pupuk,  lahan menjadi lebih produktif dengan produksi tiga kali lipat dan menghasilkan singkong organik, yang terpercaya sehingga memiliki nilai jual yang tinggi, “ tuturnya.

Kluster kedua memberdayakan wanita, ibu rumah tangga mengolah singkong menjadi chips mocaf, sehingga memberikan penghasilan baru bagi masyarakat. Sementara Kluster ketiga yaitu memberdayakan anak muda yang bertugas melakukan quality control, branding, packaging, edukasi dan pendampingan kepada petani serta pengrajin. Karena target market Rumah Mocaf, kualitas menjadi yang utama.

Tugas lain cluster ke tiga ini adalah membuat inovasi produk turunan, seperti mie Mocaf, kue pie Mocaf, dan produk lainnya. “Kami memiliki resto Rumah Mocaf tempat anak muda nongkrong. Menunya kekinian seperti fried chiken, mie ayam dan semua  terbuat dari mocaf, ini sebagai bentuk edukasi kami ke mereka, ungkapnya.

Bentuk edukasi lain lanjut Riza adalah memecahkan rekor versi musium rekor dunia Indonesia (MURI) dengan pembuatan sajian mi ayam terbanyak berbahan Mocaf. Riza berkolaborasi dengan paguyuban pedagang mie ayam dan ribuan porsi mi ayam dinikmati seluruh masyarakat secara gratis di Alun-Alun Purwokerto, Kabupaten Banyumas.

Kini Riza pun mulai menatap pasar ekspor? Kemana saja produknya di ekspor. Baca halaman 2.

 

Reporter : Regi (PPMKP)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018