Friday, 30 October 2026


Informasi Panen dari Penyuluh, Bulog Gercep Serap Gabah Petani

30 Oct 2026, 07:42 WIBEditor : Yulianto

Tim jemput gabah Bulog saat memeriksa gabah yang akan dibeli dari petani

TABLOIDSINARTANI.COM, Kendal---Informasi kondisi panen dari penyuluh pertanian menjadi sangat penting untuk membantu Perum Bulog menyerap gabah petani. Terbukti serapan gabah Bulog tahun ini menembus angka lebih dari 4 juta ton. 

Kolaborasi tersebut terlihat dalam kegiatan penyerapan gabah di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, ketika Tim Jemput Gabah BULOG mendatangi langsung area persawahan untuk melakukan pembelian, pemeriksaan, dan penimbangan gabah petani. 

Wakil Pemimpin Cabang Perum BULOG Semarang, Kurnia Pradipta mengatakan, melalui koordinasi yang terbangun sejak awal tahun, informasi mengenai lokasi dan waktu panen dapat diterima lebih awal. Dengan demikian, BULOG dapat menyiapkan petugas, armada pengangkut, serta kebutuhan teknis lainnya untuk memperlancar proses penyerapan.

“Keterlibatan berbagai pihak di lapangan menjadi faktor penting dalam memastikan hasil panen petani terserap sekaligus memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP),” kata Kurnia saat kunjungan wartawan di Kendal, Kamis (29/10). 

Sejak awal tahun, ungkap Kurnia, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan membangun koordinasi dengan dinas pertanian, PPL, serta Babinsa. Ketika ada informasi petani akan panen, Tim Jemput Gabah BULOG langsung berkoordinasi dan turun ke lokasi.

“Kami menyiapkan armada, petugas pemeriksa kualitas, hingga mekanisme pembayaran agar proses penyerapan dapat berjalan lancar dan memudahkan petani,” katanya. 

Target penyerapan gabah dan beras dalam negeri sebesar 4 juta ton setara beras pada tahun 2026 sudah terlampaui. Hingga 28 Oktober 2026, realisasi penyerapan nasional mencapai 4.25 juta ton setara beras atau 106 persen dari target. 

Kurnia mengakui, keberhasilan penyerapan tidak terlepas dari koordinasi intensif antara BULOG dan para pemangku kepentingan pertanian. Petani dan Gapoktan berperan memberikan informasi mengenai kesiapan panen, sementara PPL dan Babinsa membantu menghubungkan petani dengan petugas BULOG serta menyampaikan informasi mengenai potensi panen di wilayah masing-masing. 

Dukungan dinas pertanian setempat turut memperkuat koordinasi agar proses penyerapan dapat berjalan sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan. 

“ Peran petani sebagai produsen pangan, dukungan Gapoktan, PPL dan Babinsa dalam koordinasi lapangan, keterlibatan dinas pertanian setempat, serta kesiapan Tim Jemput Pangan dan petugas pemeriksa kualitas BULOG menjadi bagian yang saling melengkapi dalam mendukung pencapaian tersebut,” tutur Kurnia. 

 BULOG berkomitmen untuk terus mengoptimalkan penyerapan hasil panen dalam negeri meskipun target tahun 2026 telah terlampaui, guna memberikan kepastian pasar bagi petani, mendukung stabilitas harga di tingkat produsen, dan menjaga ketersediaan cadangan beras nasional untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

BULOG berkomitmen untuk terus mengoptimalkan penyerapan hasil panen dalam negeri meskipun target tahun 2026 telah terlampaui. Kebijakan ini guna memberikan kepastian pasar bagi petani, mendukung stabilitas harga di tingkat produsen, dan menjaga ketersediaan cadangan beras nasional untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018