Friday, 05 June 2020


Busakanber KWT Berkah Rejeki bikin Istri Gubernur Jateng Kepincut

22 May 2020, 22:06 WIBEditor : Yulianto

Busakanber KWT Berkah Rezeki | Sumber Foto:Lili

TABLOIDSINARTANI.COM, Klaten---Masa pandemic Covid -19, dimanfaatkan Ibu-Ibu PKK Desa  Tambak, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten  Klaten  yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani   (KWT) Berkah Rejeki membuat inovasi Busakanber (Budidaya Sayur Ikan dalam Ember).

Inovasi ini dalam upaya membangun ketahanan pangan keluarga sekaligus mengenalkan pada anak-anak tentang budidaya tanaman dan ikan. “Kegiatan Busakanber ini bisa mengisi waktu luang saat dirumah saja dan juga bisa memanfaatkan kembali barang bekas yang biasanya dibuang seperti gelas plastik, ember bekas,kata Erni Kusumawati, Ketua Pokja III PKK Kabupaten Klaten.

Penyuluh Pertanian Kabupaten Klaten, Lili Frischawati mengatakan, cara membuat busakanber cukup mudah. Pertama-tama, lubangi gelas plastik 10-15 buah di bagian bawah. Lalu potong kangkung dan sisakan bagian bawahnya, masukkan arang atau sabut kelapa kedalam gelas.

Potong kawat, lalu buat kait untuk pegangan gelas di ember. Masukkan benih sayuran ke dalam gelas yang sudah diisi dengan media. Lalu ember diisi air. Setelah air dalam ember telihat agak keruh atau sekitar 2 hari masukkan lele 50 – 60 ekor tiap ember.

“Alternatif lain media  yang bisa digunakan adalah dakron,” kata Lili. Caranya, benih kangkung dimasukkan ke dalam gelas bekas yang sudah terisi media dakron. Kangkung bisa dipanen 3 minggu. Sedangkan lele dipanen lebih dari 2 bulan..

Lili mengungkapkan, busakanber dapat memperkuat ketahanan pangan keluarga dengan 2 manfaat. Selain, memelihara ikan (lele), sekaligus menanam sayur (kangkung) di lahan terbatas. Selain kangkung bisa juga sawi dan seledri,” ujarnya.

Inovasi busakanber ternyata memberikan daya tarik bagi Atikoh Ganjar Pranowo, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Jawa Tengah mengapresiasi kegiatan tersebut dengan menggunggah video melalui akun instagram @atikoh.s, serta menuliskan caption

“Kegiatan Pokja III TP PKK Kabupaten Klaten untuk menunjang ketahanan pangan keluarga. Halaman asri, teratur, indah, nyaman dan bisa menjadi sumber gizi keluarga, ujar Atikoh.

Upaya pemenuhan pangan keluarga dengan cara busakanber memang menjadi sebuah alternatif pemenuhan kebutuhan pangan pada masa pandemi ini. Tiap keluarga minimal bisa ada satu ember untuk membuat busakanber. Inovasi tersebut dapat memenuhi gizi keluarga dan mendukung gerakan makan ikan keluarga, serta pemenuhan gizi protein anak.

Hal ini selaras dengan program Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mendorong upaya pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi rumah tangga melalui optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin pesat, kita pun mesti aktif menemukan berbagai cara untuk terus mengembangkan pertanian berbasis teknologi.

Munculnya berbagai komunitas yang mengusung visi go green, semakin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemenuhan kebutuhan pangan. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo juag berpesan kepada seluruh insan pertanian untuk selalu menjaga kesehatan.

“Pertanian tidak boleh berhenti karena wabah Covid-19, dan semua insan pertanian harus terus bergerak untuk mengawal ketersediaan pangan,” ujar SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, meminta kepada Penyuluh Pertanian untuk tetap bekerja mendampingi petani. “Penyuluh Pertanian harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan sampai masa panen berjalan dengan baik. Jangan sampai ada komoditas pangan yang tertahan,” tegas Dedi.

 

 

Reporter : Lili Frischawati/ Yeniarta (BBPP Ketindan)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018