Wednesday, 14 April 2021


Turunkan Angka Stunting, KWT di Kota Tahu Gerakkan P2L

06 Apr 2021, 12:34 WIBEditor : Yulianto

KWT Puspa Kenanga tekan stunting dengan gerakkan P2L | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Sumedang---Kabupaten Sumedang menjadi salah satu wilayah di Jawa Barat yang angka stunting (anak kurang gizi) cukup besar. Data Pemkab Sumedang, potret stunting  masih berada di atas rata-rata nasional dan Jawa Barat, yaitu di angka 32 persen.

Di Jawa Barat sendiri tercatat ada 29,9 persen atau 2,7 juta balita yang terkena stunting. Angka 32 persen tersebut berarti dari 100 bayi di Sumedang, 32 orang mengalami stunting.

Guna menurunkan angka stunting, secara nasional pemerintah melalui Kementerian Pertanian memprogramkan Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Menindaklanjuti program pemerintah itu, Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kabupaten Sumedang pun menggerakkan P2L.

Program itu untuk membantu pemenuhan gizi masyarakat dan menambah pendapatan keluarga tani. Salah satunya, KWT Puspa Kenanga di Desa Cibunar, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, yang mendapat kepercayaan melaksanakan kegiatan P2L tahap penumbuhan di tahun 2020.

Karena KWT tersebut mendapat penilaian Dinas Peternakan dan Ketahan Pangan Jawa Barat dengan predikat “baik”, kegiatan berlanjut ke tahap pengembangan di tahun 2021.  

Saat tahap penumbuhan KWT Puspa Kenanga mendapat bantuan dana sebesar Rp 50 juta. Anggaran itu untuk pembangunan kebun bibit, pengembangan demplot, pertanaman di tiap anggota, dan penanganan panen serta pasca panen.

Kebun demplot KWT Puspa Kenanga ditanami berbagai macam jenis sayuran seperti sosin, selada, cabai keriting, cabai rawit, sawi, bayam, kangkung, kubis, bawang daun, tomat. Sedangkan untuk komoditas utamanya adalah bawang merah.

Rancakalong merupakan kecamatan dengan lokus stunting rangking ke 4 tertinggi dari 26 kecamatan di Kabupaten Sumedang. Karenanya, KWT Puspa Kenanga yang diketuai Euis Maryati mengambil inisiatif melibatkan orang tua dari anak yang terkonfirmasi stunting untuk ikut berperan aktif dalam pemanfaatan lahan pekarangan. Selain itu, dari hasil kebun demplot sebagian didistribusikan untuk anak terkonfirmasi stunting.

Gayung bersambut langkah tersebut direspon sekaligus diapresiasi Camat Kecamatan Rancakalong, Illi yang dengan sigap membuat program “Rancakalong Berbagi” yang bertujuan “Rancakalong Zero Stunting”.

Untuk menurunkan jumlah stunting melalui program menggalakan pemanfaatan lahan pekarangan, Camat Rancakalong menggandeng penyuluh pertanian lapangan (PPL) bersama semua KWT di Kecamatan Rancakalong.

Tercatat dari 20 KWT di Kecamatan Rancakalong yang aktif berperan dalam program kegiatan P2L Rancakalong Berbagi melalui pemanfataan pekarangan, seperti budidaya jamur tiram dan olahan makanan. Lambat laun jumlah stunting berkurang. Jika semula peringkat 4, kini berada di rangking 15.

Menggemberikan lagi, pendapatan anggota bertambah serta memiliki outlet gabungan KWT di Pasar Sandang Sumedang untuk pemasaran hasil KWT di masa pandemi Covid-19.

Banyak upaya yang telah pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian lakukan untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat dan menjamin stok pangan aman, apalagi ditengah masa transisi pandemi Covid 19.  Salah satunya P2L atau Pekarangan Pangan Lestari melalui Badan Ketahanan Pangan Kementan.

Apalagi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam berbagai kesempatan mengingatkan, tantangan yang dihadapi pertanian saat ini adalah mencukupi pangan bagi seluruh rakyat Indonesia. “Kita harus memastikan ketersediaan pangan di seluruh tanah air, baik ketersediaan barang pangan maupun ketersediaan akses untuk mendapatkannya,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, Kostratani menjadi pusat pembelajaran, konsultasi agribisnis, termasuk juga pusat pengembangan jejaring kemitraan. “BPP Kostratani mendukung gerakan pembangunan pertanian yang dilakukan dengan berbagai cara. Seperti pendampingan dan pengawalan gerakan pembangunan pertanian,” ujar Dedi.          

--

 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

Reporter : Cepi Kersani/Yeniarta (BBPP Ketindan)
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018