Wednesday, 01 December 2021


Ceplikan, Tanaman Hias Berkhasiat Herbal

30 Oct 2021, 06:18 WIBEditor : Yulianto

Tanaman ceplikan | Sumber Foto:Soleman

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang ---Jika melihat sepintas tanaman ceplikan mungkin tidak ada yang menyangka tanaman ini berkhasiat herbal. Apalagi melihat bunganya yang berwarna biru muda, pasti hanya menganggap sebagai tanaman hias. 

Pletekan atau ceplikan memiliki nama latin Ruellia tuberosa L. Para ahli taksonomi menggolongkan tanaman ini kedalam famili Acanthaceae. Ciri-ciri dari tanaman ini adalah habitus berupa terna, semusim, tinggi 0,4-0,9 m. Batang tegak dengan pangkal batang sedikit berbaring, bersegi dan berwarna hijau.

Daun tunggal, bersilang berhadapan, ujung membundar, panjang 16-18 cm, lebar 3-9 cm, pangkal runcing, tepi bergerigi, licin, pertulangan menyirip dan berwarna hijau. Bunga majemuk, muncul di ketiak daun, kelopak 2-3 cm, dasar mahkota membentuk tabung, ujung berlekuk lima, panjang 3,5-5 cm, ungu, benang sari melekat pada tabung.

Buah kotak, melonjong, kering, berbiji banyak, panjang 2-3 cm, membuka dengan 2 katup dan berwarna hijau. Biji membulat kecil dan berwarna coklat. Akar tunggang membentuk umbi dan berwarna coklat.

Kandungan Kimia

Daun mengandung saponin dan polifenol. Akar mengandung saponin dan flavonoid. Kandungan zat lainnya adalah: fitosterol, polifenol, apigenin, isoflavon dan kuinon. Daun pletekan atau cuplikan dapat digunakan untuk menurunkan kadar gula darah dan mengobati kencing batu.

Dari hasil penelitian aktivitas tanaman pletekan atau cuplikan terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus yang di buat diabetes. Kandungan flavonoid ekstrak daun pletekan dapat menurunkan kadar glukosa darah dan mengurangi kegemukan yang menyertai diabetes melitus.

Kandungan polifenol pada daun pletekan dapat menurunkan kadar glukosa darah dan bermanfaat menurunkan resiko penyakit jantung dan kanker. Kandungan isoflavon pada pletekan mempunyai pengaruh peningkatan metabolisme sel lemak untuk pembentukan energi sehingga dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Penelitian menunjukkan bahwa kandungan apigeninnya dapat menurunkan tekanan darah pada hewan percobaan. Hati-hati penggunaan jangka lama karena daun pletekan mengandung senyawa senobiotik yang berbahaya pada fungsi ginjal dan hati.

Untuk mengobati kencing manis, sediakan 15 gr daun cuplikan, 2 gelas air, cuci bersih daun cuplikan dan rebus dengan 2 gelas air sampai mendidih selama 15 menit, saring dan minum sekaligus hasil saringannya.

Reporter : Soleman
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018