Sunday, 26 June 2022


Wolkaponik, Cantiknya Akuaponik Pekarangan Rumah Tangga

19 Jan 2022, 08:35 WIBEditor : Gesha

Wolkaponik | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Hingga sekarang, sistem akuaponik masih sangat jarang diterapkan di Indonesia. Karena itu, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jakarta, Badan Litbang Pertanian mengembangkan Wolkaponik, model akuaponik spesifik pekarangan yang lebih efisien, lebih mudah diaplikasikan, serta memiliki estetika.

Puluhan rak-rak akuaponik dan tanaman cabai rawit terlihat siap panen di Kompleks Ciceri Permai Rt 02/09 Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, Kota Serang. Sudah setahun terakhir, masyarakat setempat dapat menghemat pengeluaran rumah tangga dari pembelian cabai rawit. Ditambah ikan nila yang dipanen terlihat gemuk dan hasilnya dapat menyediakan kebutuhan protein hewani warga RW19 RT 2 Kompleks Ciceri Permai.

Masyarakat setempat ternyata mengadopsi budidaya cabai rawit dengan sistem Wolkaponik. Wolkaponik, merupakan gabungan teknologi antara wallgardening dan aquaponik dalam budidaya sayuran dan pemeliharaan ikan.

Dengan luasan lahan yang sama dapat diperoleh dua komoditas sekaligus, yaitu sayuran dan ikan. Bentuknya didesain secara vertikal sehingga menghemat tempat dan dapat menghasilkan sayuran dengan jumlah yang besar. Sistem wolkaponik tidak membutuhkan lahan tanah.

Pada wolkaponik, bertanam sayuran dilakukan secara vertikal. Sementara pemeliharaan ikan dilakukan pada bagian bawah. Tidak hanya menghasilkan sayuran dan ikan, wolkaponik juga dapat menciptakan unsur keindahan, karena budidaya tanaman menggunakan sistem vertical garden.

Wolkaponik sangat cocok dengan kondisi perkotaan. Desainnya yang minimalis, menjadikannya dapat dilakukan pada luas lahan yang terbatas (pekarangan) dan menghasilkan dua komoditas sekaligus, yaitu sayuran dan ikan. Melalui wolkaponik, sistem budidaya tanaman dilakukan secara organik yang ramah lingkungan dan bebas pestisida.

Tanaman memperoleh pupuk langsung dari sisa pakan dan kotoran ikan yang terletak di bawahnya. Sisa pakan dan kotoran ikan sendiri kaya nutrisi dan mengandung hara konsentrasi tinggi. Sementara, media tanam dan tanaman yang berada di atas kolam ikan, berfungsi sebagai penyaring air sebelum air tersebut kembali ke dalam kolam. Sehingga kualitas air kolam akan tetap baik, bebas dari sisa pakan dan kotoran ikan, serta akan mendorong pertumbuhan ikan menjadi baik.

Kelebihan yang diperoleh dari sistem wolkaponik adalah hemat pupuk, tanpa pestisida kimia, mudah dalam pemeliharaan, efisiensi waktu dan tenaga, hasil produksi aman, serta sehat karena merupakan hasil budidaya secara organik.

Wolkaponik sendiri memiliki tiga model, yaitu model pot (terdiri dari 20 pot), model talang, dan model paralon. Beberapa tanaman yang cocok ditanam pada sistem ini diantaranya: kangkung, selada, pakcoy dan pakcoy putih. Sedangkan jenis ikan yang dapat dibudidayakan adalah ikan konsumsi air tawar.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018