Tuesday, 27 October 2026


Sarapan Pagi Serba Pempek di Palembang

11 Oct 2022, 02:37 WIBEditor : Gesha

Model khas Palembang

TABLOIDSINARTANI.COM, Palembang --- Berangkat menuju demfarm Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) di Kabupaten Banyuasin, Tabloid Sinar Tani berkesempatan sarapan dengan olahan pempek di salah satu rumah makan terkenal di Kota Sriwijaya ini.

Waktu masih menunjukkan pukul 09.30 ketika Tabloid Sinar Tani tiba di Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II di Kota Palembang. Perjalanan udara ditempuh selama 45 menit dari Bandara Soekarno-Hatta dengan cukup mendebarkan karena cuaca berawan di lintas udara Provinsi Lampung.

Rombongan dari Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan), Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) kemudian dijemput oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan untuk sarapan bersama di sebuah rumah makan yang dikenal dengan aneka olahan khas Kota pempek ini.

Sarapan kali ini dibuka dengan Model Tahu dengan kuah bening yang segar. Model pada dasarnya dibuat dari adonan yang sama dengan pempek kapal selam. Bedanya, model diisi dengan tahu dan digoreng sebelum disaji. Pada waktu dihidangkan, model dicampur dengan kuah model yang terbuat dari kaldu udang.

Selain dicampur dengan bihun, biasanya dicampur dengan timun dan ebi. Setidaknya ada dua jenis model yakni model ikan dan model gendum. Model ikan dibuat dengan bahan yang hampir sama dengan pempek. Sedangkan model gendum terbuat dari tepung terigu. Biasanya model gendum ini lebih murah daripada model ikan.

Olahan lainnya adalah pempek yang tentunya menjadi ikon kuliner kota Sriwijaya ini. Pempek goreng atau pempek rebus menjadi pilihan sarapan wajib masyarakat. Segarnya kuah cuko pempek beraroma ikan terasa licin memasuki kerongkongan.

Ada satu jenis pempek yang wajib dicoba, pempek panggang. Berbeda dengan pempek biasa, pempek panggang ada isiannya yaitu ebi dan cabai serta rasa gurih yang didapat dari sedikit kecap.

Secara tampilan memang mirip cireng, pempek panggang atau biasa disebut Pempek Tunu ini punya cita rasa khas yang kuat, terutama berkat isiannya yang selaras dengan adonan ikan dan tepung sagu di luarnya.

Kemudian ada soto mie yang biasanya ada di Bogor, juga kini banyak dijumpai di Palembang. Secara isian memang mirip dengan soto mie Bogor, namun mie kuning yang digunakan berupa mie celor khas Palembang. Dan tak ada risoles atau kroket seperti khasnya Soto Mie secara umum.

Palembang sendiri memiliki olahan mie yang dipadu dengan pempek yang umum dikenal sebagai Rujak Mie. Makanan olahan ini merupakan perpaduan kuliner etnis Cina dan Melayu. Terlihat dari bahan yang digunakan berupa mie telur basah, dan soun yang identik dengan kuliner etnis Cina.

Irisan tahu goreng garing ditambah pempek lenjer kecil yang diiris-iris kecil. Untuk menambah kenikmatan menyantap, biasanya juga ditambahi pelengkap seperti irisan timun, toge, dan beberapa racikan lain. Semua makanan ini dicampur dalam piring lalu disiram dengan cuko pedas.

Terasa nikmat menikmati rujak mie dengan kuah cuko berlimpah. Hidangan ini cukup praktis dan tidak memakan waktu yang lama. Biasanya disajikan sebagai menu apabila orang-orang sudah bosan dengan hidangan santan dan minyak.

Mie rujak ini nampak segar adalah cuko yang pedas, dan asam manis dikombinasikan dengan bahan dasar rujak mie yaitu timun, taoge serta tahu goreng. Selain itu rasa yang paling nikmat adalah ketika rujak mie ini ditaburi dengan ebi halus.

Itulah beberapa kuliner yang bisa dicoba jika berkunjung ke kota Pempek ini. Oh iya jangan lupa untuk mengunjungi ikon kota yakni Jembatan Ampera, sebagai bukti telah menjejakkan kaki di Bumi Sriwijaya.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018