Sabtu, 15 Desember 2018


Mancing Belut, Seru-seruan di Akhir Pekan

06 Okt 2018, 18:57 WIBEditor : Gesha

Seru-seruan weekend dengan mancing belut | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Sukabumi --- Libur akhir pekan tak harus selalu nongkrong di mall saja. Mungkin bisa coba sesuatu yang anti mainstream yaitu mancing belut!. Dijamin akhir pekan akan beda dan seru.

Seperti yang dilakukan oleh Amirullah, warga Parakan Salak, Sukabumi bersama 2 anak dan rekannya lebih memilih ke sawah untuk mencari belut dari pada ke tempat rekreasi.

“Lebih seru nyari belut pas liburan karena gak banyak saingan juga yang mencari belut dan biasanya sih jam 2 sore adalah waktu yang tepat untuk berburu belut di sawah” tuturnya.

Memancing selalu membawa keasyikan tersendiri, terutama saat umpan yang dipasang di gondol (makan) belut atau ikan yang kita pancing.

Hoby memancing yang satu ini perlu kesabaran dan keuletan, apalagi saat sekarang alam khususnya persawahan sudah berubah dengan cara pola tanam yang serampangan dalam penggunaan pestisida untuk meningkatkan hasil panen.

Ketika hasrat ingin bernostalgia mancing belut disawah harus ekstra teliti dan berjuang keras, kalau beruntung kita akan mendapatkan satu dua ekor, itupun besarnya tak melebihi jari kelingking bayi.

Memancing belut merupakan keasyikan yang lain daripada memancing ikan biasa. Karena memancing belut hanya membutuhkan alat – alat sederhana.

“Kami biasanya membuat pancing belut dari tali tamper yang kecil, supaya kuat kemudian mata kailnya kami buat dari kawat baja, contohnya dari kawat isi ban mobil bekas” jelas Amirullah. 

Amir juga menambahkan jika kawat ini terkenal lentur dan kuat serta tak mudah bengkok. Pancing yang dibuat sendiri kemudian diruncingkan ujungnya dengan kikir, lalu tali tampar diikatkan di pancing dan dikencangkan dengan tali nilon.

Dengan senjata pancing seperti ini, belut sebesar apapun akan mudah ditarik, bandingkan dengan membuat mata pancingnya dari kemiti, tentu jauh lebih kokoh.

Memancing belut memang butuh kejelian, harus mengenal mana lubang yang ada isinya dan mana yang kosong.

Kalau di lubang sasaran airnya naik turun, artinya ada penghuninya di sana, tapi jangan salah, kadang – kadang bisa juga isinya ketam, atau yuyu.

Setelah Anda masukkan pancingnya anda tidak akan membutuhkan waktu lama untuk mengetahui pancing anda dimakan atau tidak.

Kalau pancing anda langsung ditarik dengan kuat mundur berarti belutnya besar, tapi jika pancing anda diputar – putar di dalam berarti belutnya kecil. "Langkah selanjutnya langsung aja ditarik pancingnya, toh mata pancing anda sangat kuat," tuturnya.

 

Reporter : Gesha
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018