Senin, 26 Agustus 2019


Konsumsi Protein Hewani Penting untuk Tumbuh Kembang Anak

10 Des 2018, 08:07 WIBEditor : Gesha

Protein hewani ternyata dapat meningkatkan kecerdasan anak bangsa. Hal tersebut sangat penting untuk tumbuh kembang anak, sehingga kebutuhan zat gizi terutama protein hewani sangat penting untuk diperhatikan | Sumber Foto:ISPI

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang --- Tahukah Anda, konsumsi protein hewani ternyata dapat meningkatkan kecerdasan anak bangsa?  Hal tersebut sangat penting untuk tumbuh kembang anak, sehingga kebutuhan zat gizi terutama protein hewani sangat penting untuk diperhatikan. Sebab protein hewani mengandung asam amino yang tidak tergantikan yang berfungsi sebagai zat pembangun dan mempengaruhi metabolisme. Juga merupakan unsur yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan (PPHNAK) Direktorat 8Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Fini Murfiani pada Kampanye Gizi bersama Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang.

Acara tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan Seminar Nasional dan Kongres Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) ke XII di Malang, Jawa Timur. Acara yang bertema "Konsolidasi Sarjana Peternakan dalam Mendukung Kemandirian Pangan Asal Ternak"  berlangsung selama 3 hari di kampus Fakultas Peternakan Univ Brawijaya Malang, Jawa Timur.

"Dengan edukasi yang baik tentang manfaat daging ayam dan telur, diharapkan dapat meningkatkan gizi dan prestasi anak bangsa", ungkap Fini

Protein hewani yang terjangkau untuk masyarakat Indonesia yaitu telur dan daging ayam. Kedua komoditas tersebut bahkan telah dinyatakan surplus dan sudah ekspor ke berbagai negara. Data statistik peternakan menunjukkan peningkatan tajam pada produksi unggas nasional.

Jika pada awal tahun 1970-an kontribusi daging unggas hanya sebesar 15 persen, tetapi pada tahun 2017 produksi-nya telah mencapai 2.147,21 ribu ton atau 66,34% terhadap produksi daging secara keseluruhan.

Produksi telur juga memiliki kontribusi yang cukup besar. Dari total produksi telur secara keseluruhan sebanyak 1.970.853 ton, telur ayam buras mencapai sebanyak 196.138 ton (9,95 persen), sedangkan ayam ras petelur sebanyak 1.428.195 ton (72,47 persen), dan telur itik sebanyak 290.110 ton (14,72 persen).

Saat ini, Indonesia dinilai merupakan negara yang masyarakatnya masih cukup rendah dalam mengonsumsi daging dan telur ayam.

Berdasarkan perhitungan data konsumsi antara BPS, Kementan dan Kemenko Perekonomian ditetapkan bahwa tingkat konsumsi penduduk Indonesia terhadap daging ayam hanya sekitar 11,5 kg/kapita/tahun dan untuk telur hanya sekitar 6,63/kapita/tahun. Masih jauh lebih rendah dari negara tetangga seperti Malaysia, Thailand dan Singapura.

Sedangkan untuk susu konsumsi susu per kapita masyarakat Indonesia saat ini menurut data Kementerian Perindustria baru mencapai 11,09 liter per tahun, masih jauh di bawah konsumsi per kapita negara-negara ASEAN lainnya yang mencapai lebih dari 20 liter per kapita per tahun.

Sementara itu, kebutuhan bahan baku susu segar dalam negeri (SSDN) untuk susu olahan dalam negeri saat ini sekitar 3,3 juta ton per tahun, dengan pasokan bahan baku susu segar dalam negeri 690 ribu ton per tahun (21 persen) dan sisanya sebesar 2,61 juta ton (79 persen) masih harus diimpor dalam bentuk skim milk powder, anhydrous milk fat, dan butter milk powder dari berbagai negara seperti Australia, New Zealand, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.

Ini merupakan peluang sekaligus tantangan bagi usaha peternakan sapi perah di dalam negeri untuk meningkatkan produksi dan mutu susu segar yang berdaya saing, sehingga secara bertahap kebutuhan bahan baku susu untuk industri dapat dipenuhi dari dalam negeri menurut Fini.

Fini juga mengajak seluruh stakeholder terkait untuk ikut aktif terlibat dalam kampanye gizi. Para sarjana peternakan yang tersebar di seluruh Indonesia mampu melakukan hal tersebut dengan latar belakang pendidikannya peternakan sebagai salah satu sub sektor penghasil protein hewani.

"Saya mengajak agar semua stakeholders yang terkait ikut terlibat dalam kampanye peningkatan konsumsi daging susu dan telur, baik dari unsur swasta, pemerintah pusat, pemerintah daerah dan asosiasi seperti Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI). Apa lagi bakcgroundnya sarjana peternakan pasti faham semua," ungkap Fini.

Pada kesempatan tersebut dilaksanakan kampanye Gizi kepada anak sektar 200 anak TK, SD dan SMP di sekitar Univ Brawijaya dengan membagikan sebanyak 3300 butir telur dan 5000 kotak susu UHT.

Reporter : Ika Rahayu
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018