Senin, 22 April 2019


Wallkaponik, Menanam Sayuran dan Pelihara Ikan Hemat Ruang

07 Peb 2019, 17:06 WIBEditor : Yulianto

Cara bertanam dengan inovasi Wallkaponik | Sumber Foto:Yulianto

Mirip dengan hidroponik dan vertiminaponik, namun media tanam wallkaponik disusun bertingkat secara vertikal

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor--Keterbatasan lahan membuat banyak orang kerap enggan bertani. Lahan terbatas kini bukan lagi alasan, meski lahan terbatas kita bisa bertanam sayuran dan memelihara ikan. Penanaman secara vertikultur dengan teknologi wallkaponik bisa dilakukan.

Sistem tanam hortikulturan secara intensif di lahan sempit dengan instalasi dengan talang PCV/pipa PCV/pot ternyata kini banyak modifikasinya. Terobosan inovasi pertanian ini salah satunya adalah wallkaponik. Mirip dengan hidroponik dan vertiminaponik, namun media tanam wallkaponik disusun bertingkat secara vertikal.

Wallkaponik prinsip sistemnya sama dengan vertiminaponik yaitu merupakan integrasi antara budidaya tanaman dan budidaya ikan. Hanya saja yang membedakan instalasinya yang berdiri atau secara vertikal.

“Tingginya bisa mencapai 2 meter dengan instalasi pipa, serta dibawahnya ada wadah plastik,” ujar Saka Triyono, salah satu petugas kebun di Tagrinov BBP2TP yang merawat sistem budidaya wallkaponik di Bogor, beberapa waktu.

Saka menambahkan, wallkaponik ini media tanamnya sedikit berbeda dengan vertiminaponik atau cenderung sama dengan hidroponik. Karena instalasinya secara vertikal, tujuannya untuk menghindari terjadi sumbatan-sumbatan pada instalasinya.

Untuk membuat wallkaponik biasanya media yang dipakai rock wool. Namun, ada juga variasi media tanam lain seperti sekam bakar, cocopeat dan batu zeolite. Jika vertiminaponik mempakai pupuk kandang sapi, kalau wallkaponik pakai pupuk kandang kambing. Karena lebih padat, tidak mudah tergerus air. Sirkulasi udaranya memang menggunakan air,” ujar Saka.

Wallkaponik ini juga bisa ditambah dengan memelihara ikan. Namun dengan kecupukan air yang lebih kecil dibandingkan vertiminaponik. Karena menggunakan wadah penampung air berbentuk balok yang banyak dijual di pasaran, sehingga nutrisi tanaman selain dari pupuk kandang, juga dapat diambil dari kotoran ikan.

Sistem vertikal ini tentunya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk budidaya tanaman di lahan terbatas. Hanya butuh luas lahan atau ruang tempat sekitar 1 meter, kita dapat menanam berbagai macam sayuran dengan lubang tanam yang banyak. Sayur yang sehat tentunya didapatkan dari hasil panen ini, karena tanpa pestisida dan pupuknya pun berasal dari kotoran hewan. Mau mencoba?

 

Reporter : Putri Yudhia
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018