Senin, 18 November 2019


Tuntutan Zaman, BPTPH Kalsel Kembangkan Tanaman Sehat

30 Sep 2019, 16:04 WIBEditor : Yulianto

Kebun percobaan BPTPH Kalsel | Sumber Foto:Ayi Kuswana

Tanaman ramah lingkungan tersebut dikelola Kelompok Tani Mekar Jaya Lestari dan Kelompok Wanita Tani Rezeki Kartini

TABLOIDSINARTANI.COM, Banjarbaru--- Tuntutan masyarakat terhadap produk yang sehat mendorong petani juga harus mengembangkan budidaya sehat. Tuntutan itulah yang memicu Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultua (BPTPH) Kalimantan Selatan mengembangkan kebun percobaan tanaman sehat.

Tanaman ramah lingkungan tersebut dikelola Kelompok Tani Mekar Jaya Lestari dan Kelompok Wanita Tani Rezeki Kartini. Setidaknya ada tiga komoditas yang dibudidayakan yakni melon, tomat dan cabe besar tanpa pestisida.

Sedangkan pupuk yang digunakan pupuk hayati jenis trikocair, PGPR , Trikokompos dan pestisida nabati, MOL dan refugia atau tanaman berbunga sarang serangga musuh alami hama  tanaman.

Menurut Kepala BPTPH Kalimantan Selatan, HM. Fauzi Noor, tanaman percontohan  yang dibina jajarannya adalah tanaman bebas pestisida sehingga  aman konsumsi dan bergizi. “Ini  merupakan program Kementerian Pertanian yang menjadi starter menuju Indonesia sehat,” katanya.

Fauzi menjelaskan, untuk membuat pupuk PGPR sangat sederhana. Diolah dari akar bambu sekaligus diikutsertakan dengan tanahnya, dicampur tumbuhan rumput putri malu dan larutan terasi. Untuk mengaplikasikan 1 ha tanaman, baik padi maupun hortikultura cukup mengolah 10 liter larutan dicampur air 200 liter. “Ini sudah cukup untuk diseprotkan ke seluruh tanaman,” katanya.

Sedangkan untuk membuat pupuk dan pestisida hayati, bisa dengan cara direbus dicampur larutan  terasi disebut Plant Growth Promoting Rhizobakteria  (PGPR). Bisa juga dengan bakteri pemacu pertumbuhan tanaman sejenis bakteri, yang hidup di akar tanaman. “Cara ini sangat ampuh, bahkan dapat menekan biaya produksi dan hasil panen aman konsumsi,” katanya.

PGPR  telah diterapkan di kebun percontohan di semua kabupaten/kota di Kalimantan Selatan dan  membuahkan hasil positif. Bahkan Kelompok Wanita Tani Rezeki Kartini sudah memproduksi obat herbal dan  jamu cair dan pouders  serta cemilan/makanan ringan dari bahan biofarmaka dengan bahan baku dari rempah-rempah yang ditanam secara sehat dan alami.

Keuntungan tanaman sehat ramah lingkunan selain menjamin untuk kesehatan konsumen, juga dapat memperbaiki kondisi tanah karena cukup unsur hara. Ke depan Kelompok Tani dan KWT yang dibinanya  akan dikembangkan ke bidang industri rumah tangga  dengan bahan-bahan hasil pertanian sehat dan ramah lingkungan,” tuturnya.

Apa yang dilakukan BPTPH Kalsel ini mendorong 450 ahli penyakit tanaman dan dosen dari Fakultas Pertanian perguruan tinggi negeri seluruh Indonesia, termasuk dua dosen dari Australia berkunjung ke kebun percobaan.

 

Reporter : Ayi Kuswana
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018