Sunday, 11 April 2021


Tak Perlu Baru, Kembangkan Kawasan Jeruk Lokal untuk Agribisnis

24 Feb 2021, 10:58 WIBEditor : Gesha

Petani Jeruk | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang ---- Memenangkan pasar dalam negeri untuk hortikultura jeruk perlu dilakukan dengan membentuk model kawasan pengembangan. Tak perlu membuat kawasan baru, hanya cukup mengembangkan kawasan jeruk spesifik lokasi dan lokal yang sudah ada.

"Sebaiknya kita mulai dari beberapa kawasan yang sudah ada dan yang mempunyai peluang keberhasilan yang tinggi, agroklimat mewakili sentra jeruk yang ada, dan secara geografis mewakili Indonesia," ungkap peneliti utama di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro), Arry Supriyanto.

Arry menyebutkan bisa memulai dari Kabupaten Rejanglebong – Bengkulu,  kawasan baru yang paling dinamis ini bisa  didukung petani milenial, telah berkolaborasi bagus dengan perbankan yang ada dan memiliki varietas dengan citarasa internasional, yaitu keprok RGL (Rimau Gerga Lebong) yang merupakan hibrid jeruk keprok dan manis.

Kemudian kawasan kedua adalah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS)-NTT dengan the best mandarin in this country nya yaitu keprok So  jeruk yang terkenal di mana-mana tetapi tidak ada di mana-mana ini, bahkan sudah memiliki sertifikat Geographical Identificatin (cek) yang bisa mengisi peluang pasar Nusa Tenggara dengan industri pariwisatanya yang berkembang pesat.

Lalu ada Kabupaten Banyuwangi-Jatim yang merupakan sentra produksi jeruk terluas di negeri ini dengan jeruk Siamnya yang disukai masyarakat Indonesia di mana sekitar 75% pertanaman jeruk di Indonesia didominasi jeruk Siam.  kemudian ada keprok Gayo-Aceh, Siam Pontianak Kabupaten Sambas-Kalbar yang mendekati kehancuran karena penyakit CVPD dan penyebab lainnya dan pamelo  di Kabupaten Pangkajene Kepulauan-Sulsel.

Tahap selanjutnya adalah dukungan penelitian inovasi jeruk difokuskan hanya di 5 agroklimat di atas yang mewakili agroklimat semua kawasan agribisnis di Indonesia  dengan aspek penelitian dari hulu hingga hilir, yaitu  sampai terwujudnya kawasan agribisnis jeruk yang berdaya saing global dan berkelanjutan.

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018