Wednesday, 21 October 2026


Efek Ganda Bisnis Florikultura

28 Jun 2021, 15:00 WIBEditor : Yulianto

Kaktus, tanaman hias yang bisnisnya terus menggeliat

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Di tengah pandemi Covid-19, bisnis tanaman hias (florikultura) meningkat pesat. Bahkan memberikan efek ganda pada usaha lain. 

Disrupsi atau ketidakpastian yang terjadi belakangan ini karena pandemi berkepanjangan sangat memukul kondisi berusaha di beberapa sektor ekonomi. Namun pertanian adalah salah satu jenis usaha yang cukup stabil cenderung naik di masa krisis ini. Khusus subsektor florikultura, terjadi kenaikan tren penjualan baik di pasar lokal maupun ekspor.

Kenaikan penjualan tanaman hias karena masyarakat banyak beraktivitas di rumah, sehingga bisa memaksimalkan hobi tanaman hias untuk mempercantik suasana rumah. Beberapa jenis tanaman hias yang meningkat penjualannya antara lain jenis aglaonema, anthurium, philodendrom, sanseveria, adenium dan beberapa jenis tanaman hias impor lainnya.

“Bisnis florikultura adalah bisnis masa depan,” kata Ani Andayani, pakar Hidroponik yang juga mantan Direktur Florikultura Kementrian Pertanian saat FGD Tabloid Sinar Tani Kiat Sukses Bisnis dan Ekspor Florikultura (23/9).

Tren penjualan aneka jenis tanaman hias baik pasar lokal maupun ekspor terus meningkat dari tahun ke tahun. Di tengah suasana pandemi ini banyak masyarakat perlu hiburan, berupa keindahan warna dan bentuk tanaman hias.

Selain peningkatan penjualan tanaman hias menurut Ani, ada multiplier effect dari bisnis florikultura ini. Penjualan pot dan media tanam serta pupuk beriringan mengikuti penjualan tanaman hias. Bahkan batu alam pun ikut terseret menjadi komponen yang bisa menghiasi taman bunga di halaman rumah. “Jasa landscape atau pembuatan taman juga ikut terkerek naik mengikuti tren ini,” katanya.

Disamping itu, ada jenis usaha lain yang juga meningkat yang masih berkaitan dengan tanaman hias ini. Sekarang ini banyak di kembangkan desa-desa wisata dengan tema florikultura yang sangat minati wisatawan lokal.

“Kampung Flori di Yogyakarta dan Desa Flori di Salabintana Sukabumi adalah contoh pengembangan bisnis yang bisa memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat sekitarnya,” tutur Ani.

Karena itu Ani menambahkan, perlunya penambahan insentif dari pemerintah untuk menggerakan bisnis florikultura di daerah daerah. Sehingga tanaman hias bukan hanya sebatas dekorasi, tapi bisa menjadi penggerak perekonomian sekaligus juga bermanfaat untuk penopang konservasi sumber daya air di lingkungan sekitarnya.

Reporter : Iqbal
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018