Sunday, 24 October 2021


Sayur Organik KWT Intan Jaya Penuhi Gizi Masyarakat

20 Sep 2021, 13:22 WIBEditor : Gesha

KWT Intan Jaya | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh Besar -- Kelompok wanita Tani (KWT) Intan Jaya memanfaatkan lahan 2000 meter per segi yang dibagi dua unit sebagai kebun benih induk sayur organik. Berbagai jenis sayuran pun ditanam berdasarkan kluster, seperti tomat, cabai merah terong, sawi, pakcoi, bayam, kangkung, selada, seledri, gambas dan kacang panjang.

"Sayuran organik dapat menyehatkan, menghemat belanja rumah tangga serta memenuhi kebutuhan gizi keluarga," ujar Ratna Dewi Bisra selaku Ketua KWT. 

Selama ada kegiatan ini, kaum ibu sangat bergairah dan bertambah semangat. Setiap pagi dan sore hari secara bergotong royong aktif mulai dari penanaman hingga perawatannya. Bahkan, hasilnya selain dikonsumsi juga untuk dijual ke pasar Ulee Kareng. "Hasil beberapa kali panen, uangnya dimasukkan ke dalam kas kelompok," bebernya.

Penyuluh Jevelia Sepriana, SP, MP selaku pendamping KWT Intan Jaya Gampong Meunasah Intan kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar menjelaskan bahwa kegiatan ini berasal dari program stanting Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Dinas Ketahanan Pangan Aceh Besar yang dibiayai dari APBN. 

Dijelaskan, pihaknya sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada Dinas Pangan Aceh yang telah mengalokasi kegiatan program pekarangan lestari di wilayah kerjanya.

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Abulyatama Aceh yang diwakili ketua Prodi Agroteknologi, Savitri SP,  MP menyampaikan bahwa siap membantu kegiatan di KWT tersebut dengan melibatkan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Abulyatama. 

Hal ini juga untuk mendukung program Kampus Merdeka yang merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia yang memberikan kesempaatan bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan sesuai bakat dan minat dengan terjun langsung ke dunia kerja sebagai persiapan karier di masa depan. "Salah satunya adalah program membangun desa, melalui KKN Tematik," ujarnya.

Savitri menambahkan, kegiatan yang dilaksanakan KWT Intan Jaya merupakan hal yang positif karena selain sayuran yang dihasilkan dapat dipergunakan untuk kebutuhan rumah tangga sehingga untuk pemenuhan gizi keluarga, mereka tidak perlu membeli lagi dari pasar. Dengan kegiatan ini juga dapat menjadi contoh kepada masyarakat sekitar tentang kesadaran akan pertanian organik.

Dalam kesempatan itu dijelaskan tentang bahayanya pupuk kimia dan pestisida. Pasalnya akan meninggalkan residu bagi tanaman yang sedang dibudidayakan sehingga berbahaya bagi konsumen. "Selain itu, usaha yang dilakukan KWT Intan Jaya dapat membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga," pungkasnya.

Reporter : AbdA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018