Thursday, 22 October 2026


Rezeki di Halaman Rumah

26 Sep 2021, 21:39 WIBEditor : Yulianto

Tanaman yang bisa ditanam di halaman rumah

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Tidak disangka, Rusia yang merupakan produsen kentang nomor empat terbesar di dunia, 78 persen produksinya yang sebesar 22 juta ton itu dihasilkan di halaman rumah penduduk. Itu data tahun 2018, dan tahun-tahun berikutnya juga secara presentase tidak jauh dari angka tersebut. 

Negara-negara kecil seperti Singapura dan kota-kota besar di Jepang pun telah memanfaatkan halaman dan ruangan di sekitar gedung tinggi untuk peertanian. Trend ke arah pemanfaatan ruang kosong perkotaan sedang menguat dan minat bertani masyarakat perkotaan sedang tinggi.

    

Banyak manfaat yang diperoleh dengan melakukan kegiatan pertanian keluarga di perkotaan dan mendekatkan area produksi ke dekat lokasi konsumsi. Tidak hanya menjadikan distribusi menjadi lebih murah dan kontrol lebih mudah, tetapi dampak lingkungan perkotaan menjadi lebih lebih baik, lebih hijau dan lebih sejuk. Pertanian kota di Jepang ternyata 3 persen lebih produktif dan dua kali lebih menguntungkan dari pada pertanian di pedesaan.

Di Tokyo, kota yang penuh dengan hiruk pikuk bangunan dan jaringan jalan, pertanian lokal di sana bisa memenuhi kebutuhan sayuran untuk 700.000 orang penduduk kota. Luar biasa.  Urban farming di kota-kota besar Indonesia juga sudah mewabah terutama dengan adanya pandemi Covid-19. Jakarta, Bogor, Yogyakarta, Blitar, Bali dan banyak kota besar lain menunjukkan keberhasilan, tidak hanya dari segi produksi tetapi juga lingkungan dan wisata.

Halaman rumah adalah potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai lahan produktif. Pekarangan yang merupakan 20-50 persen dari areal perumahan, secara total adalah lahan luas yang bisa dimanfaatkan untuk pertanian intensif dengan manajemen keluarga terkait dengan hobi, pendidikan dan olahraga. Dengan semakin berkembangnya minat masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan, jangan-jangan sudah saatnya pemerintah kota mempunyai program khusus, aparat dan badan khusus dalam organisasi pemerintah kota yang menangani program ini.

Sebagai contoh, kegiatan yang sangat produktif seperti yang ditunjukkan oleh grup petani perkotaan di kota Bogor sangat mengesankan. Hasilnya pertaniannya bagus, pelakunya gembira, dan memberikan penghasilan tambahan yang tidak kecil. Yang pasti, bertani di pekarangan itu tidak perlu modal besar, tidak perlu traktor, dan tidak perlu tenaga kerja upahan.

Bangsa yang mempunyai kekayaan hayati luar biasa ini sekarang menurut data BPS, kurang makan sayuran dan buah-buahan dalam menu sehari-harinya. Kegiatan pertanian di pekarangan mungkin menjadi solusi.

Reporter : Memed Gunawan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018