Wednesday, 21 October 2026


FE Hortikultura di Kota Dodol Usung Konsep Closed Loop

14 Feb 2022, 16:09 WIBEditor : Yulianto

Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto saat bertemu dengan petani di Garut

TABLOIDSINARTANI.COM, Garut---Kabupaten Garut menjadi salah satu wilayah di Jawa Barat dengan potensi sayuran dan tanaman obat yang cukup besar. Potensi ini membuat kabupaten yang terkenal dengan dodol itu mendapatkan banyak permintaan untuk memenuhi kebutuhan sayuran dan tanaman obat daerah lain di sekitarnya.

Sebagai upaya meningkatkan produksi, di kabupaten tersebut kini dikembangkan Kawasan Food Estate (FE) Hortikultura Garut. Pengembangan FE Hortikultura menggunakan desain closed loop. Petani tidak lagi mencari pasar tetapi justru didorong menghasilkan produk yang sesuai permintaan pasar.

Desain closed loop mampu mendukung perkembangan agribisnis yang berkelanjutan. Diharapkan membuat pendapatan petani meningkat. Ketua Poktan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di Kecamatan Cisurupan, Oop Syaropudin mengakui sangat terbantu dengan model closed loop.

Melalui desain bisnis ini, poktannya telah bekerja sama dengan PT Calbee Wings Food sebagai offtaker-nya dan mendapat kepastian pasar. Perusahaan tersebut menyediakan benihnya, kemudian petani yang mengelola mulai dari tanam sampai panen.

“Hasil panennya nanti akan dibeli PT Calbee Wings Food dengan harga sesuai pasar. Kami terbantu sekali dengan closed loop ini,” ujar Oop, saat ditemui di lahannya.

Kabupaten Garut selama ini dikenal dengan komoditas tanaman obatnya yang berkualitas tinggi. Namun, ternyata untuk FE Hortikultura Garut, komoditas kentang menjadi komoditas yang cukup diminati petani.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika mengatakan, selain tanaman obat dan cabai, komoditas kentang banyak diminati petani. Potensi pengembangan kentang paling luas tersebar di Kecamatan Cisurupan dengan potensi kurang lebih 800 ha dan ditunjang dengan ketinggian lahan 1.200 mdpl.

Beni menyatakan, pihaknya sangat mendukung program FE Hortikultura Garut ini. Apalagi dengan desain closed loop yang diusung, kesejahteraan petani akan lebih terjamin.

“Pengembangan kawasan sayuran dan tanaman obat ini adalah salah satu bentuk keseriusan Pemerintah Daerah Kabupaten Garut dalam mendukung program Food Estate berbasis hortikultura. Dengan desain closed loop, kami juga berharap dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” tuturnya.

Sementara itu Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto mengungkapkan, pengembangan FE Hortikultura Garut mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak, termasuk offtaker dan tokoh masyarakat. Selain itu, petani dan pemerintah daerah juga memiliki komitmen tinggi terhadap FE Hortikultura Garut ini.

“Banyak sekali dukungan yang kita dapatkan untuk Food Estate Hortikultura Garut ini. Kita harapkan dengan adanya pengembangan pengembangan komoditas sayuran dan tanaman obat melalui Food Estate Hortikultura, nantinya bisa mendongkrak pendapatan ekonomi petani dan hasilnya bisa dirasakan oleh masyarakat luas,” ungkap Prihasto.

Melihat kerja sama yang saling menguntungkan ini, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Tommy Nugraha berharap agar nantinya kerja sama seperti ini dapat menular ke poktan lain, baik di Kabupaten Garut maupun di kabupaten lain yang memiliki potensi kentang.

“Kerja sama ini menjadi semangat baru bagi pertanian kentang nasional, terutama kentang industri,” katanya. Karena itu dirinya sangat berharap desain closed loop ini dapat turut diimplementasikan di kabupaten lain yang punya potensi kentang, sehingga mampu menghasilkan kerja sama-kerja sama lain yang saling menguntungkan.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018