Monday, 08 August 2022


Kecamatan Marelan, Central Pertanian Kota Medan

29 Jul 2022, 09:56 WIBEditor : Herman

Pasar Marelan, Tempat Para Petani memasarkan Hasil Pertaniannya | Sumber Foto:Istansu

TABLOIDSINARTANI.COM, Medan --- Kecamatan Marelan adalah satu dari tujuh Kecamatan central pertanian Kota Medan. Dengan lahan pertanian yang masih luas, Kecamatan Marelan memasok berbagai kebutuhan sayur kota terbesar ketiga di Indonesia tersebut.

Kota Medan merupakan Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara yang merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia setelah DKI Jakarta dan Surabaya. Dengan luas 265,10 km dan jumlah penduduk sekitar 2.435.252 jiwa, Medan tercatat sebagai kota terbesar diluar Pulau Jawa.

Secara keseluruhan ada 21 Kecamatan dan 151 Kelurahan di Kota Medan. Dari jumlah tersebut, 7 Kecamatan menjadi central pertanian yang memasok kebutuhan pertanian kota Medan.

Mulai dari Kecamatan Medan Tembung, Medan Tuntungan, Medan Selayang, Medan Sunggal, Medan Helvetia, Medan Labuhan dan Marelan. Mayoritas Kematan tersebut memasok kebutuhan sayuran dataran rendah untuk ibukota Sumatra Utara.

Kecamatan Marelan yang berbatas dengan Kabupaten Deli Serdang dan Kota Madya Binjai ini memiliki lahan pertanian yang masih luas. Seperti diungkap Lelek Anto pedang sayur di Pasar Marelan,  bawah berbagai jenis sayuran seperti cabai merah, timun, terong, kelapa dan berbagai jenis sayur lainnya merupakan hasil pertanian dari Kecamatan marelan.

Pria yang sudah 20 tahun berjualan di Pasar Marelan ini mengatakan bahwa sayur yang dijualnya setiap setiap hari dibeli langsung di ladang petani dengan pembamayaran cash.

Pasar Marelan berbeda dengan pasar biasanya, karena buka mulai jam 14:00 sampai jam 18:00 wib setiap hari. Pedagang menjual sayurannya sudah dikemas dalam plastik-plastik ukuran 5 kg dan 10 kg serta dijajakan dipinggir badan jalan atau diatas bak mobil pikup, ungkapnya.

Bila keadaan ramai, para pembeli akan sulit untuk melintas di Pasar Marelan karena seluruh area dipenuhi pedangan dengan berbagai jenis sayuran yang dijual. Dan kebanyakan pembeli yang datang adalah pengecer sayur di kedai-kedai dari Belawan maupun Kecamatan Marelan sendiri.

Diakui Lelek, saat ini penjualan sayur di Pasar Marelan sangat sepi setelah covid 19. Bahkan, untuk mendapatkan keuntungan Rp 200 ribu/hari sangat sulit. Harga-sayur di Pasar Marelanseperti terong, gambas, sawi dan lainnya terlihat normal sedangkan untuk harga cabai merah kampung Rp 70 ribu/kg. 

Lelek Berharap pemerintah dapat menata Pasar Marelan agar lebih rapid an baik, sehingga pasar yang menjadi andalan masyarakat dan petani Marelan kembali ramai dan aktifitas perdagangan kembali bergairah. 

Reporter : Istansu
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018