Wednesday, 17 August 2022


Harga Cabai Tinggi, Tim Pengendali Inflasi Jateng Lakukan Operasi Pasar

05 Aug 2022, 11:20 WIBEditor : Herman

Operasi Pasar Cabai Yang Dilakukan Tim Pengendali Inflasi Jawa Tengah di Cilacap | Sumber Foto:Djoko W

TABLOIDSINARTANI.COM, Cilacap --- Para pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Kaki Lima kota Cilacap, Asosiasi UMKM dan Asosiasi Horeka terlihat gembira dengan diadakanya operasi pasar Cabai di aula PT. Sari Petodjo di jalan Kol. Sugiyono No 99 Pandanarang Cilacap.

Pada operasi pasar cabai tersebut, masyarakat berkesempatan membeli cabai dengan harga lebih murah Rp 60 ribu per kg dibanding harga di pasaraan Cilacap yang mencapai Rp 80 ribu/kg.

Naiknya harga cabai beberapa waktu belakangan memberikan keuntugnan lebih bagi para petani, namun dilain sisi para konsumen seperti para ibu rumah tangga, pelaku usaha warung makan, catering, hotel dan  pedagang kaki lima sangat mengeluhkan naiknya harga komoditas tersebut

Sebagai upaya mengerem laju inflasi, dan membentuk harga cabai yang berkeadilan di Jawa Tengah, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, yang tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Provinsi Jawa Tengah melakukan Operasi Pasar Cabai di Cilacap (27/6) lalu.

Tim Pengendali Inflasi yang bergerak terdiri dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, PT. Citra Mandiri Jawa Tengah sebagai off taker dan Bank Jateng yang mendonasikan CSR nya untuk mensubsidi harga cabai.

Dani Sardono Wiyoto, STP, MM dari Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Dishanpan, menjelaskan bahwa kerja bareng operasi pasar cabai, dapat berjalan mulus dan lancar, masing-masing instansi berperan sesuai tupoksi masing-masing.

Cabai materi operasi pasar dibeli langsung dari petani sentra penghasil cabai di Temanggung. Cabai tersebut langsung dibawa ke lokasi operasi pasar di Cilacap.

PT. CMJT sebagai off taker membayar tunai cabai yang dibeli dari petani seharga Rp 65.000,- per kilogram, CSR Bank Jateng mensubsidi Rp 5.000,- per kilogram dan Dishanpan membiayai transport, bongkar muat dari lokasi petani sampai lokasi operasi pasar.

Lebih lanjut Dani mengatakan bahwa operasi pasar hari itu berhasil menyalurkan sebanyak 350 kilogram cabai segar.

Direktur Pemasaran PT. CMJT, Ir. Totok Agus Siswanto, secara simbolis menyerahkan paket cabai kepada pembeli pertama. Pada kesempatan tersebut Totok menyampaikan  bahwa Pemda Jawa Tengah sangat mengapresiasi para pelaku usaha yang tetap ulet dan tangguh menghadapi turun naiknya harga cabai.

Diharapkan operasi pasar tersebut dapat mempengaruhi harga jual cabai di pasaran. Dalam hal ini PT.CMJT sebagai BUMD Jawa Tengah, mendukung sepenuhnya upaya-upaya pemerintah daerah Jawa Tengah dalam rangka mensejahterakan masyarakat Jawa Tengah.

Sementara itu, Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Dishanpan Jawa Tengah, Sri Brotorini, SP,MP yang dihubungi secara terpisah mengatakan bahwa sasaran operasi pasar cabai adalah konsumen atau para pelaku usaha pengguna cabai.Sehingga subsidi dari pemerintah dapat diterima langsung oleh penerima manfaat.

“Pengalaman tahun-tahun lalu apabila operasi pasar dilakukan di pasar-pasar tradisional, maka sebagiab besar pembeli  adalah para pedagang pasar. Sehingga subsidi justru dinikmati pedagang, dan konsumen tetap saja membeli mahal dengan harga pasar,” tambahnya

Lebih lanjut Brotorini mengatakan bahwa komoditas cabai dipilih sebagai bahan operasi pasar karena cabai termasuk salah satu komoditas pangan yang menjadi penyebab naiknya inflasi. Dua komoditas lain pendongkrak infasi adalah bawang merah dan telur.

Data harga pasar pertengahan Juli 2022 menunjukkan bahwa harga bawang merah dan telur dudah berangsur turun mendekati harga toleransi pemerintah. Namun harga cabai masih bertengger stabil diatas.

Disebutkan pula olehnya, upaya mengendalikan inflasi melalui operasi pasar masih akan terus dilanjutkan, sampai harga kembali normal.  Dan Kota Purwokerto serta Cilacap sudah mengajukan permintaan operasi pasar cabai..

Menurut data BPS Jawa Tengah, pada bulan Juli 2022, Jawa Tengah mengalami Inflasi sebesar 0,51 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,89. Dari enam kota IHK di Jawa Tengah, yakni Cilacap, Purwokerto, Kudus, Kota Surakarta, Kota Semarang dan Kota Tegal semua mengalami inflasi, tertinggi di kota Semarang dan Tegal sebesar0,59%. 

 Penyebab utama inflasi di Jawa Tengah Juli 2022 adalah kenaikan harga cabai merah, bawang merah, angkutan udara, rokok kretek filter, dan daging ayam ras. Penahan utama inflasi di Jawa Tengah adalah penurunan harga minyak goreng, bawang putih, sekolah dasar, emas perhiasan, dan beras.

Reporter : Djoko W
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018