Jumat, 23 Februari 2024


Tanam Melon 'Mini' Intanon, Petani Cianjur Untung Besar

25 Nov 2023, 19:38 WIBEditor : Yulianto

Direktur Buah dan Florikultura, Liferdi Lukman | Sumber Foto:Humas Horti

TABLOIDSINARTANI.COM, Cianjur---Banyak jenis melon yang berkembang di dalam negeri. Salah satunya melon Intanon. Berbeda dengan melon umumnya, jenis ini ukurannya kecil, sehingga ketika dikonsumsi bisa langsung habis. Meski ukurannya mini, menanam Melon Intanon labanya besar. 

Salah satu yang mengembangkan melon mini ini adalah Kelompok Tani Gede Harepan di Cianjur. Uniknya lagi, meski ukurannya mini, melon Intanon memiliki brix (tingkat kemanisan) mencapai angka 16, tekstur renyah, netnya banyak dan menonjol keluar.

Ketua Kelompok Tani Gede Harepan, Uden Suherlan mengatakan, pada awalnya bersama 84 anggota lainnya mengembangkan paprika dan aneka komoditas hortikultura lainnya. Semenjak pandemi, usaha taninya beralih ke melon kimochi.

Namun ketika mendengar akan menerima bantuan, dirinya berkomunikasi dengan PT Karya Masyarakat Mandiri, offtaker yang biasa mengambil hasil panen menyarankan agar menanam melon Intanon.

"Rekomendasi offtaker kami agar melihat kebutuhan pasar yang menyukai melon berukuran kecil," katanya. 

Menurutnya, melon intanon ini setahun bisa 5 kali panen. Perusahaan biasanya mengambil hasil panen melon dengan harga Rp 25 ribu/kg. "Insya Allah sekali panen kami bisa mendapat Rp25 juta," kata Uden.

Perwakilan PT Karya Masyarakat Mandiri, Dede Suryana mengatakan, pihaknya akan mengambil seluruh hasil panen petani. Kebetulan Poktan Gede Harepan adalah binaan perusahaan sejak awal bertanam paprika. 

"Setelah kami mendengar ada green house di sini dan meminta pendapat, kami merekomendasikan melon intanon yang merupakan kategori melon premium. Melon ini banyak permintaannya di pasar dan cukup kompetitif," kata Dede. 

Dede menyebut harga melon Rp 25 ribu/kg merupakan hasil kesepakatannya dengan Poktan Gede Harepan. Mengenai akses benih melon ini, ia menegaskan, mudah di pasaran, sehingga ada jaminan untuk bisa terus berproduksi.

"Dengan demikian kami ada kepastian pasokan untuk mitra-mitra kami," katanya. 

Direktur Buah dan Florikultura, Ditjen Hortikultura, Liferdi Lukman, Jumat (24/11) melakukan panen melon perdana di lahan green house Desa Gekbrong, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur.

Di green house berluasan 320m2 yang dikelola Kelompok Tani Gede Harepan ini, tengah dikembangkan melon varietas intanon. Uniknya melon ini adalah memiliki brix 16 dengan tekstur renyah, net nya banyak dan menonjol keluar. 

Liferdi mengatakan, pemilihan melon yang berukuran kecil ini menurut petani karena mengikuti selera pasar. Pasar menyukai melon yang cukup sekali makan. 

"Harganya pun bagus dan ada kesinambungan untuk kebutuhan benih bagi petani," lanjut Liferdi.

Green house melon ini merupakan program bantuan Direktorat Jenderal Hortikultura tahun 2023. Dari bantuan 1 unit GH galvanis, terdiri dari instalasi pengairan dan sarana budidaya senilai Rp 200 juta. 

 "Bisa kita saksikan, hanya dalam waktu 70 hari melon sudah bisa dipanen. Satu pohon ini, bisa menghasilkan sampai 5 buah melon dengan berat 800 gram - 1,2 kilogram dan keuntungan hampir 100% setiap buahnya," ujar Liferdi. 

Hasil panen dari green house ini, lanjut Liferdi, langsung diambil oleh offtaker. Artinya, sudah ada kesepakatan dengan mitra terkait harga. Offtaker mengambil melon dengan harga Rp25 ribu per kilogram. 

"Dalam 1 tahun, bisa dilakukan 5 kali panen. Jika rata-rata 1 pohon menghasilkan 5 buah melon dengan berat total 5 kg per tahun dan 1 green house terdapat 1.000 pohon, maka penghasilan bisa mencapai Rp125 juta dalam 1 tahun," papar Liferdi.

Laba yang menggiurkan bagi petani. Mau mencoba tanam melon Intanon. 

 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018