Rabu, 14 Januari 2026


Tawangmangu Bangkit, Petani Siap Kembalikan Kejayaan Bawang Putih

02 Jun 2025, 14:05 WIBEditor : Herman

Pertanian Bawang Putih di Tawangmangu

TABLOIDSIANRTANI.COM, Tawangmangu --- Karanganyar kembali menghidupkan harapan lama yang sempat redup. Di lereng sejuk Tawangmangu, sebuah desa yang dulunya dikenal sebagai lumbung bawang putih nasional, kini kembali bersinar dengan semangat baru. Setelah puluhan tahun terpinggirkan akibat derasnya gelombang impor, para petani di wilayah ini bersatu bersama pemerintah dan pelaku usaha untuk menghidupkan kembali kejayaan bawang putih lokal.

Dahulu, pada era 1980-an hingga 1990-an, Tawangmangu dan beberapa daerah pegunungan di Jawa Tengah dikenal sebagai penghasil utama bawang putih. Namun, semua berubah saat kebijakan impor dibuka secara besar-besaran. Produksi nasional menurun drastis, lahan-lahan bawang putih menyusut, dan petani kehilangan pegangan. Kini, situasinya perlahan berubah.

Dusun Pancot, Desa Kalisoro, menggelar kegiatan tanam bawang putih serentak melalui Program Kemitraan Pelaku Usaha Penerima PPRK 2025. Program ini menjadi simbol kembalinya semangat lama yang dikemas dengan strategi baru.

Seluas 109 hektare lahan ditanami bawang putih varietas lokal unggulan, “Tawangmangu Baru”, melalui kemitraan antara Kelompok Tani dan dua perusahaan besar, PT. Agrindo Nusantara dan PT. Langgeng Rejeki. Target produktivitasnya tidak main-main, yakni 20 ton umbi basah per hektare.

Acara ini menjadi ajang penting yang turut dihadiri para pejabat dan tokoh utama pertanian Indonesia, mulai dari Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah Defrancisco Dasilva Tavares, hingga Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian, Andi Muhammad Idil Fitri. Para pelaku usaha hortikultura, perwakilan Bank Indonesia, dan importir nasional juga turut hadir, menunjukkan bahwa kebangkitan ini benar-benar mendapat dukungan luas.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Adhe Eliana menekankan bahwa kemitraan ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Ia berharap Karanganyar, khususnya Tawangmangu, bisa kembali menjadi sentra bawang putih nasional seperti dahulu. Harapan ini bukan sekadar wacana, tetapi bagian dari langkah konkret untuk memulihkan kejayaan sektor hortikultura.

Sementara itu, Andi Muhammad Idil Fitri menegaskan bahwa kegiatan tanam ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang pemerintah dalam mengurangi ketergantungan impor.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia pernah mencapai swasembada bawang putih pada akhir abad ke-20, dan kini saatnya semangat itu dibangkitkan kembali. Sejak 2017, program serupa telah berjalan dengan dukungan dana APBN maupun non-APBN. Meski produksi sempat turun di masa pandemi, angka 39 ribu ton pada 2024 menunjukkan tren kebangkitan.

Kabupaten Karanganyar kini berada di peringkat kelima dalam produksi bawang putih di Jawa Tengah dan ketujuh secara nasional. Tawangmangu juga menyimpan potensi besar melalui varietas lokal “Tawangmangu Baru” dan pengembangan varietas baru bernama “Berkah” hasil inovasi putra daerah, Mulyono Herlambang.

Untuk memastikan hasil panen terserap dengan baik, acara ini juga menjadi momen penandatanganan nota kesepahaman antara kelompok tani dan offtaker, termasuk APMIBO Nusantara, PT. Taru Martani, Koperasi Produsen Tawon Sindoro Sumbing, dan produsen olahan bawang putih “Power G”. Langkah ini menunjukkan bahwa rantai pasok mulai dibangun secara berkelanjutan dan terintegrasi.

Mengacu pada arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui Menteri Pertanian, program tanam dengan skema non-APBN ini ditargetkan mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan. Kunci keberhasilannya terletak pada kolaborasi kuat antara petani, pemerintah, dan pelaku usaha.

 

Data dari Kementerian Pertanian menyebutkan bahwa pada musim tanam Mei–Juni 2025, lahan tanam bawang putih tersebar di beberapa wilayah sentra, termasuk Karanganyar seluas 109 hektare, Wonosobo 100 hektare, dan Bima di Nusa Tenggara Barat sebesar 165 hektare.

Reporter : Djoko W
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018