
Petani Lahawing Membuka Kebun Hortikultura
TABLOIDSINARTANI.COM, Lawahing --- Di tengah keterbatasan lahan dan iklim kering, semangat para petani Dusun II Tabolang, Desa Lawahing, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor tak surut untuk ikut ambil bagian dalam mendukung program pemerintah “Makan Bergizi Gratis” (MBG).
Kelompok Tani Petung Don yang beranggotakan 19 orang mulai mengubah lahan tidur seluas satu hektar menjadi kebun hortikultura produktif.
Di lahan yang dulunya hanya semak belukar itu, kini tengah disiapkan untuk ditanami berbagai komoditas seperti sawi, terong, pare, ketimun, pepaya, semangka, dan cabai.Tak hanya itu, kelompok ini juga mulai merintis budidaya ayam petelur sebagai tambahan sumber protein hewani.
“Kami ingin anak-anak di Desa Lawahing dan sekitarnya bisa makan sehat setiap hari. Karena itu, kami manfaatkan lahan yang tadinya tidak digunakan ini untuk menanam sayuran,” ujar Imanuel Laapen, Ketua Kelompok Tani Petung Don.
Program MBG sendiri merupakan inisiatif pemerintah pusat yang bertujuan menyediakan makanan sehat dan bergizi gratis bagi pelajar, khususnya di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.
Kehadiran petani lokal sebagai mitra penyedia bahan pangan dinilai sangat strategis dalam mendukung keberlangsungan program ini.
Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kabola, Nahemia Aleng, SST, yang juga penyuluh pertanian wilayah tersebut, menyampaikan apresiasi atas inisiatif para petani.
“Petani di lahan kering memiliki potensi besar. Jika diberikan pelatihan teknis dan sentuhan inovasi, mereka bisa menjadi ujung tombak ketahanan pangan lokal,” jelasnya.
Dalam kegiatan pembukaan lahan yang berlangsung kemarin, turut hadir pengurus lengkap Kelompok Tani Petung Don, yakni Ketua Imanuel Laapen, Wakil Ketua Erikson Laa, Sekretaris Daud Laapen, Bendahara Yehuda Laamau, Operator TR4 Kecamatan Kabola Yahya Karipui, serta seluruh anggota kelompok.
Melalui upaya ini, para petani berharap kebutuhan bahan pangan untuk program MBG tidak lagi harus didatangkan dari luar daerah.
Sebaliknya, mereka ingin menjadi bagian dari rantai distribusi pangan lokal yang mandiri dan berkelanjutan.
“Kami punya mimpi besar. Suatu hari nanti, petani dari daerah kering seperti Lawahing dan Kopidil bisa menjadi pemasok utama sayur, buah, dan telur ayam bagi dapur umum program MBG,” tutur Imanuel Laapen dengan penuh harap.