
PKK Provinsi DKI Jakarta Laksanakan Gerkaan Tanam Serentak
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta, Endang Nugrahani Pramono Anung, memimpin langsung kegiatan Gerakan Tanam Serentak. Kegiatan ini terpusat di Kebun Gangnam, RT 006 RW 01, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, dan diikuti serentak oleh peserta di lebih dari 500 titik lokasi di seluruh wilayah DKI Jakarta.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Tenaga Ahli TP PKK DKI Jakarta Dewi Indriati Rano Karno, Wali Kota Administrasi Jakarta Utara Hendra Hidayat, serta Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta, Mujiati, bersama jajaran terkait.
Adapun sebaran lokasi tanam berada di Jakarta Pusat (108 titik), Jakarta Timur (225 titik), Jakarta Utara (141 titik), Jakarta Selatan (143 titik), Jakarta Barat (106 titik), dan Kepulauan Seribu (19 titik).
Sebanyak 30.000 bibit tanaman ditanam serentak, terdiri dari cabai, tomat, terong, tanaman buah, serta berbagai tanaman produktif lainnya.

Endang Nugrahani mengajak seluruh peserta untuk terus merawat tanaman secara berkelanjutan.
“Saya menghimbau agar tanamannya dirawat dan dijaga, supaya nanti kalau panen hasilnya maksimal,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Dewi Indriati Rano Karno yang mendorong masyarakat mempertahankan semangat bercocok tanam.
“Tetap semangat untuk menanam dan merawat,” katanya.
DKPKP Provinsi DKI Jakarta mengapresiasi antusiasme warga yang menjadikan urban farming sebagai gaya hidup, meski tinggal di wilayah dengan keterbatasan lahan. Kolaborasi lintas sektor terus dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan, yang juga merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Sekretaris DKPKP DKI Jakarta, Mujiati, menilai gerakan tanam ini penting sebagai langkah antisipasi perubahan musim dan potensi kenaikan harga bahan pangan menjelang akhir tahun.

“Kita mendorong masyarakat menanam di lahannya masing-masing, baik di pekarangan atau kebun bersama seperti Kebun Gangnam. Ini penting untuk menjaga pasokan pangan di Jakarta, terutama menghadapi musim hujan dan potensi kenaikan harga komoditas seperti cabai dan bawang merah,” jelasnya.
Mujiati juga menambahkan bahwa kemampuan warga dalam bertani urban kini semakin berkembang. Jika dulu hanya menanam sayuran daun seperti kangkung dan bayam, kini masyarakat sudah mampu menanam tanaman buah semusim seperti melon, tanaman terong, cabai, tomat, hingga tanaman pangan seperti jagung manis dan jagung pulut.
“Pengaturan pola tanam terus kami sosialisasikan, apalagi sekarang ada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan bahan pangan cukup besar,” tutur Mujiati.