Saturday, 12 September 2026


Produksi Bawang Merah Turun Akibat Cuaca Ekstrem, Kementan Pastikan Pasokan Aman Jelang Iduladha

21 May 2026, 16:41 WIBEditor : Herman

Kebun Bawang Merah

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan bawang merah nasional tetap aman menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Meski sejumlah sentra produksi menghadapi tantangan cuaca ekstrem yang berdampak pada penurunan produktivitas, pasokan dan distribusi komoditas strategis tersebut masih berjalan lancar di berbagai wilayah Indonesia.

Pemantauan yang dilakukan Kementan di sejumlah sentra utama bawang merah, seperti Solok, Brebes, Enrekang, Bima, Nganjuk, Bandung, Kendal, Garut hingga Probolinggo, menunjukkan produksi nasional masih berada dalam kondisi terkendali dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Muhammad Taufiq Ratule, mengatakan produksi bawang merah nasional saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Bahkan, Indonesia tetap mampu mempertahankan aktivitas ekspor di tengah meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan.

“Produksi bawang merah nasional masih mencukupi, bahkan Indonesia juga terus melakukan ekspor. Menghadapi Iduladha, kami memperkuat sinergi bersama champion bawang merah, pemerintah daerah, asosiasi, serta kementerian dan lembaga terkait untuk menjaga stabilitas pasokan dan distribusi,” ujar Ratule dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).

Berdasarkan data Kementan, produksi bawang merah nasional mencapai rata-rata sekitar 2 juta ton konde basah atau setara 1,3 juta ton rogol kering panen per tahun. Angka tersebut masih berada di atas kebutuhan konsumsi nasional yang berkisar 1,26 juta ton per tahun.

Cuaca Ekstrem Jadi Tantangan Produksi

Di sisi lain, Kementan mengakui kondisi cuaca ekstrem yang terjadi selama musim tanam Maret hingga Mei 2026 memberikan tekanan terhadap produktivitas bawang merah di beberapa daerah. Curah hujan tinggi memicu peningkatan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), seperti ulat grayak dan penyakit moler, yang berdampak pada hasil panen petani.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura, Muhammad Agung Sunusi, menjelaskan bahwa meski produktivitas di sejumlah sentra mengalami penurunan, distribusi bawang merah dari berbagai daerah produsen utama masih berlangsung normal.

“Distribusi bawang merah dari Nganjuk, Enrekang, Pati, Brebes, Temanggung, hingga Garut masih berjalan lancar. Kami terus berkoordinasi dengan dinas pertanian, petani champion, pelaku usaha, dan berbagai pihak terkait agar pasokan tetap aman,” kata Agung.

Menurutnya, kondisi pasokan diperkirakan akan semakin membaik pada Juni 2026 seiring dimulainya masa panen di sejumlah sentra produksi utama di berbagai daerah.

Optimisme terhadap ketersediaan pasokan juga datang dari para petani dan pelaku usaha di daerah. Petani champion bawang merah asal Enrekang, Kasmidi, menyebut panen di wilayahnya masih berlangsung hingga menjelang Iduladha. Distribusi ke Kalimantan pun tetap berjalan rutin sebanyak tiga kali dalam sepekan.

Sementara itu, petani champion asal Solok, Amri Ismail, mengungkapkan panen raya di daerahnya diperkirakan berlangsung pada pertengahan Juni mendatang. Momentum tersebut diyakini akan memperkuat pasokan bawang merah untuk memenuhi kebutuhan pasar di wilayah Sumatra.

Ketua Umum Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Dian Alex Chandra, menambahkan bahwa stok bawang merah hingga akhir Mei masih tersedia meskipun produksi di sejumlah sentra turun sekitar 30 hingga 40 persen akibat cuaca ekstrem.

“Harga diperkirakan masih berada di atas harga acuan hingga Iduladha karena meningkatnya permintaan masyarakat. Namun kondisi diproyeksikan kembali normal seiring masuknya hasil panen dari berbagai sentra produksi,” ujarnya.

Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Kementan terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan produksi, distribusi, dan pergerakan harga bawang merah di berbagai daerah.

Reporter : Eko
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018