Wednesday, 21 October 2026


Permintaan Hewan Kurban Tahun ini Naik, Berkah untuk Peternak

27 May 2026, 12:06 WIBEditor : Yulianto

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono bersama Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda saat pelaksanaan kurban di Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian memperkirakan jumlah hewan kurban tahun ini mengalami kenaikan cukup signifikan. Apalagi ditambah dengan kurban dari kewajiban Dam dari warga Indonesia yang beribadah haji.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Agung Suganda mengatakan, secara nasional ketersediaan hewan kurban secara nasional cukup aman dan terkendali. Total prognosa mencapai 3,2 juta ekor, terdiri dari sapi 860 ribu ekor, kerbau 34 ribu ekor, kambing 1,4 juta ekor dan domba 135 ribu ekor.

Sementara proyeksi kebutuhan untuk Idul Adha hanya 2,4 juta ekor, sehingga masih ada surplus sekitar 800 ribu ekor. Tahun ini ungkap Agung, juga ada penyembelihan sapi kurban bantuan kemasyarakatan Presiden Prabowo Subianto yang jumlahnya 1.021 ekor.

Terdiri dari 600 ekor untuk provinsi dan 514 kabupetan/kota dan IKN. Kemudian ditambah tempat khusus seperti Istana dan ormas dengan jumlah 421 ekor.

Data nasional menunjukkan tren peningkatan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan kurban. Berdasarkan data iSIKHNAS, jumlah pemotongan hewan kurban secara nasional pada 2025 lalu tercatat mencapai 2.268.764 ekor atau meningkat 11,5 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebanyak 2.033.995 ekor.

“Alhamdulillah jumlah sapi kurban terus bertambah tiap tahun. Ini bentuk kepedulian Presiden kepada kita semua, khususnya kepada peternak,” ujarnya saat mendampingi Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono saat pelaksanaan kurban di Masjid Nurul Iman, Kementerian Pertanian, Rabu (27/5)

Agung menambahkan, tahun 2026 menjadi tahun kedua pelaksanaan Dam Haji yang dilaksanakan di Tanah Air. Tahun 2025, ada sekitar 10 ribu ekor kambing disembelih dalam rangka Dam Haji. Untuk tahun naik lagi  diperkirakan sebanyak 32.691 ekor kambing untuk Dam Haji.

“Insha Allah tahun depan bisa naik lagi sejumlah masyarakat Indonesia yang pergi haji sebanyak 200 ribu orang. Ini akan mendorong perekonomian peternak,” tuturnya.

Dengan peningkatan jumlah kambing kurban tiap tahun ditambah kewajiban Dam Haji, Agung memperkirakan kebutuhan kambing kurban akan mencapai 2 juta ekor yang harus disiapkan. “Ini akan menambah keberkahan peternak kita. Bahkan menggerakkan ekonomi di daerah,” ujarnya.

Sedangkan untuk memastikan hewan kurban aman dari sisi kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner dan kesejahteraan hewan, serta kehalalan, Agung mengatakan, pemerintah dari pusat dan daerah sudah menerbitkan edaran pelaksanaan standar pelaksanaan kurban kepada panitia di setiap masjid Tanah Air.

Selain itu, Agung, pihaknya juga telah menerjunkan dan menugaskan tim pemantau hewan kurban sebanyak  8.633 orang yang terdiri, dari tim medik dan paramedik. Ditjen PKH juga telah melepas tim pemantau, baik di pusat dan daerah, termasuk asosiasi PDHI (Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia, red) dan Vetindo.

"Kami juga menerjunkan para mahasiswa kedokteran hewan dari Kampus yang mempunyai Fakultas Kedokteran Hewan. Ada sekitar 14 kampus," katanya.

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018