Kamis, 15 November 2018


Petani Champion Siap Amankan Pasokan Cabai Akhir Tahun

06 Nov 2018, 14:11 WIBEditor : Gesha

Pasokan cabai dipastikan aman hingga akhir tahun oleh petani champion

Cabai bakal membanjiri Ibukota

TABLOIDSINARTANI.COM, Yogyakarta --- Kebutuhan cabai untuk Natal dan Tahun Baru membutuhkan pasokan yang tertata. Petani champion pun mengaku siap mengamankan pasokan tersebut.

Berkaca pada Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2017 dan 2018, pasokan dan harga cabai sejak Januari 2018 hingga saat ini relatif terkendali.

"Petani Champion memegang peranan penting dalam menjaga kestabilan rantai bisnis cabai ini," ungkap Kasubdit Aneka Cabai dan Sayuran Buah, Direktorat Hortikultura Kementerian Pertanian, Mardiyah Hayati.

Petani Champion adalah istilah untuk menyebut petani maju yang dikoordinasikan oleh Kementerian Pertanian bersama Dinas Pertanian untuk menjadi lokomotif penggerak bagi petani lain di daerahnya. "Mereka-lah yang menjadi aktor penting dalam mengkoordinasikan anggotanya mengatur pola tanam," tuturnya.

Mardiyah merilis data potensi produksi cabe rawit bulan November 2018 mencapai 12 ribu ton, dan Desember sebesar 8 ribu ton. Sementara untuk cabai besar potensi produksi November 2018 mencapai 10 ribu ton dan Desember sebesar 11 ribu ton. Panen Cabai periode November-Desember tersebar di 29 Kabupaten mulai ujung timur Nusa Tenggara, Pulau Jawa hingga Sumatera bagian selatan.

Ketua Asosiasi Champion Cabai Indonesia, Tunov Mondro Atmojo mengaku siap mendukung upaya mengamankan cabai nasional.

"Pengalaman gejolak harga cabai tahun-tahun sebelumnya cukup memberikan pelajaran kepada petani cabai tentang pentingnya membangun jaringan antar petani dan pengaturan pola tanam", ujar petani muda asal Magelang tersebut.

Rata-rata anggota kelompok petani Champion sudah mampu memasok pasar secara kontinyu karena produksi antar sentra sudah diatur sedemikian rupa. "Sehingga tidak terjadi _"tumplek bleg"_ di satu waktu, tapi _kosong mlompong_ di waktu yang lain", terang Tunov.

Pernyataan senada diungkapkan Krisdianto, petani champion asal Banyuwangi yang mengaku rutin memasok cabai ke Bali dan Pasar Induk Kramat Jati Jakarta setiap harinya.
Dirinya mengaku di Banyuwangi sudah atur sedemikian rupa pola produksi cabai.

Tata kawasan cabai diatur sedemikian luas di Kecamatan Wongsorejo dan Kawasan Selatan Banyuwangi. "Tiap hari rata-rata 12 ton untuk Cabai Rawit Merah dan 5 ton Cabe Keriting masuk Pasar Induk Kramat Jati khusus dari Banyuwangi. Untuk Natal dan Tahun Baru kami optimis aman", imbuh Krisdianto.

Saat ini harga cabai rawit merah di pasaran Rp 18.500 - Rp 21.000 per kilogram.
Sementara cabe merah keriting Rp 26.400 - Rp 30.800.- dan cabe merah besar di kisaran Rp 20.800 - Rp.27.000 per kilogram.

Dihubungi terpisah, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura, Prihasto Setyanto, menyatakan optimis pasokan dan cabai menghadapi Natal dan tahun baru tahun akan lebih terjaga.Dirinya mengapresiasi kesiapsiagaan para petani cabai dan petugas dinas di 24 Kabupaten dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru.

"Jaminan pasokan yang cukup dari 24 sentra cabai tersebut akan mampu mengamankan kebutuhan pasar induk Kramat Jati,  Pasar Cibitung dan pasar besar di wilayah Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Nusa Tenggara," terang Prihasto.

Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf meminta petani cabai menggunakan teknik pengendalian organisme pengganggu tanaman yang ramah lingkungan. Caranya dengan menggalakkan penggunaan pestisida nabati, likat kuning, atraktan dan tanaman pembatas seperti bunga matahari, tagetes, kenikir dan jagung.

"Champion harus bisa menjadi pelopor penerapan budidaya ramah lingkungan. Kita harus terus berupaya agar cabai yang dihasilkan petani semakin berkualitas dan aman dikonsumsi masyarakat. Kami di Kementan siap mendampingi petani,” pungkas Yanti.

Reporter : Kontributor
Sumber : HUMAS HORTIKULTURA
BERITA TERKAIT

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018