Kamis, 18 Juli 2024


Kubis Indonesia Sudah Menjangkau Dunia

27 Nov 2018, 11:01 WIBEditor : GESHA

Kubis Indonesia diminati pasar dunia | Sumber Foto:ITANG PERMANA

Kualitas Kubis Indonesia diakui luar negeri

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Siapa yang tidak mengenal kubis? Aneka masakan dan olahan sering menggunakan kubis sebagai campurannya. Bahkan pasar di luar negeri sangat menyukai kubis Indonesia.

Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata ekspor kubis Indonesia per tahun dalam kurun waktu 2013 -2017 mencapai 4.500 ton per tahun.

Pada periode Januari - Agustus 2018 mencapai 24,6 ribu ton, naik dari periode yang sama tahun 2017 sebanyak 22,1 ribu ton.

Kubis bahkan mencatatkan diri sebagai komoditas sayuran yang paling banyak diekspor dibanding jenis sayuran lain seperti jagung manis, bawang merah, selada dan sebagainya.

"Tak tanggung - tanggung, kubis Indonesia mampu menembus pasar luar negeri seperti Jepang, Malaysia, Taiwan, Singapura hingga Uni Emirat Arab", ujar Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura, Prihasto Setyanto. 

Produksi kubis rata-rata per tahun selama 5 tahun terakhir mencapai 1.463.126 ton. Pada tahun 2017 lalu mencapai 1.442.624 ton setahun dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu produsen terbesar di dunia.

"Kelebihan kubis Indonesia, selain harganya relatif murah juga mampu dipasok secara kontinyu dari sentra-sentra utama seperti Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan daerah penghasil kubis lainnya", imbuh Prihasto.

Kementerian Pertanian akan fokus pada perbaikan kualitas kubis Indonesia melalui gerakan budidaya ramah lingkungan.

"Selama ini masyarakat baik dalam maupun luar negeri, masih banyak yang kuatir mengkonsumsi kubis asal Indonesia karena isu residu pestisida. Kami terus himbau petani mempraktikkan cara budidaya yang lebih ramah lingkungan dengan menekan penggunaan pestisida. Selain isu pestisida, kami akan dorong perbaikan sistem penanaman Kubis di lahan berlereng agar memperhatikan prinsip konservasi," terang pria yang akrab dipanggil Anton tersebut.

Ketua Gapoktan Hataki Kecamatan Pasir Jambu Kabupaten Bandung, Nandang mengaku senang menanam kubis karena selain mudah, hasilnya pun lumayan.

"Biaya produksi per tanaman hanya sekitar Rp 2.000 per kubis. Sementara hasilnya bisa 3 - 5 kilo per tanaman. Kalau harga per kilonya Rp 3.000 - Rp 4.000 per kilo, hasilnya sudah sangat lumayan", kata Nandang antusias.

Produksi kubis miliknya bisa mencapai 40 ton per hektare. Dengan umur tanaman 90 hari, satu hari dia biasa menanam 2 kali.

Dengan tingginya potensi produksi ini kubis tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Konsistensi untuk berproduksi diiringi dengan kemampuan mengejar pasar eskpor akan menjadikan sayuran daun ini menjadi primadona di dalam maupun luar negeri.

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018