Senin, 22 Juli 2019


Petani Gunung Sinabung Semangat Tanam Bawang Putih

12 Jan 2019, 07:39 WIBEditor : Gesha

Petani Gunung Sinabung semangat tanam bawang putih | Sumber Foto:HUMAS HORTIKULTURA

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Karo --- Gunung Sinabung menjadi salah satu gunung aktif di Indonesia. Bekas erupsinya memberikan tanah yang subur bagi petani daerah kaki gunungnya.

Saat melintasi desa sekitar, sudah terasa geliat kehidupan pertanian. Masyarakat sudah kembali melakukan aktivitas bertanam sebagai mata pencaharian.

Kabupaten Karo yang posisinya tepat di kaki Gunung Sinabung menyambut baik pengembangan bawang putih.

Pada 2018 kabupaten ini mendapat bantuan penanaman bawang putih seluas 20 hektare. Kebijakan tersebut sangat tepat mengingat pada 1998 daerah Karo ini merupakan salah satu sentra utama penghasil bawang putih di Indonesia.

Total bantuan benih bawang putih sejumlah 10 ribu kg untuk 20 hektare ini terdistribusi ke para kelompok tani di kecamatan Merek sejumlah 4 hektare, kecamatan Dolat Rakyat 4 hektare, kecamatan Nama Teran 9 hektare, kecamatan Payung 2 hektare, dan kecamatan Berastagi 1 hektare.

"Budidaya bawang putih bukanlah hal asing bagi kami. Kondisi lahan di sini sangat cocok untuk penanaman bawang putih. Tahun-tahun sebelumnya daerah kami adalah salah satu daerah penghasil bawang putih, "ujar Ketua kelompok tani Tebing Latersia Desa Batu Karang Kecamatan Payung, Budi Tarigan yang diamini Ketua kelompok tani Barong Pa Minggu, Jaya Bangun.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Adison Sebayang turut mendukung pernyataan petani tersebut.

"Terutama daerah di wilayah kaki gunung Sinabung atau wilayah di atas ketinggian 800 meter dpl, adalah daerah yang cocok untuk menanam atau berbudidaya tanaman sayuran dataran tinggi, termasuk komoditas bawang putih," bebernya.

Para petani sangat optimis pertanaman bawang putih dapat berproduksi secara optimal. Mereka berharap budidaya bawang putih dapat memberikan insentif menarik yang tentu saja harus didukung kebijakan pemerintah yang berpihak kepada mereka.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Yasid Taufik menyampaikan bahwa beliau sangat mendukung kegiatan-kegiatan on farm yang dapat meningkatkan pendapatan para petani dan membuat para petani bergairah untuk bercocok tanam.

Tidak hanya petani bawang putih saja, namun juga para petani hortikultura lainnya.

"Pada 2018, masih di Kabupaten Karo, Ditjen hortikultura mengalokasikan fasilitasi sarana pascapanen berupa bangunan bangsal pascapanen yang diharapkan benar-benar dapat bermanfaat dalam rangka mengurangi kehilangan hasil, memperpanjang umur simpan, meningkatkan mutu produk yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan petani serta nilai tambah dan daya saing", jelas Yasid.

Reporter : Dessy Puspitasari
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018