Sabtu, 07 Desember 2019


Petani : Tolonglah Dinas Perdagangan dan Bulog Bantu Intervensi Harga

13 Jan 2019, 22:06 WIBEditor : Gesha

Petani cabai meminta agar pemerintah daerah bisa menyerap cabai rakyat | Sumber Foto:ISTIMEWA

Serap cabai, jangan petani ditinggal sendiri

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Demak --- Disaat produksi tengah melimpah, terkadang harga memang menurun dibandingkan biasanya. Karena itu, beberapa petani meminta agar disaat seperti itu Dinas Perdagangan dan Bulog di daerah bisa melakukan intervensi harga.

Seperti yang diharapkan oleh salah satu petani champion cabai Kabupaten Demak, Nur Eko. "Kami mohon agar Dinas Perdagangan dan Bulog bisa bantu intervensi harga. Serap cabai, jangan petani ditinggal sendiri," ujarnya di Demak, Minggu (13/1).

Agar harga cabai selalu stabil walaupun musim panen, pihaknya akan mengajak petani untuk bergabung dalam kelompok champion. Ke depan pun, perlu dibangun industri pengolahan dan pasar lelang.

"Tapi ini penurunan harga akan segera normal. Ini sifatnya hanya turun sementara karena fenomena harian saja dan daerah lain semuanya harga normal," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Champion Cabai Indonesia, Tunov Mondro Atmodjo membenarkan saat ini kondisi memang lagi musim panen cabai.

Artinya, penurunan harga seperti di Demak merupakan fenomena lazim yang terjadi apalagi sebagai sentra cabai, belum menerapkan pola tanam dan pengendalian tata niaga.

"Jadi di Demak tidak ada petani yang demo karena harga anjlok. Tapi kemarin itu hanya insiden, petani saking kecewanya menyebar 2 kantong cabai setelah itu dipungut kembali kemudian bubar, jadi jangan dibesar-besarkan. Kejadian itu jangan dibuat heboh atau dibesar-besarkan, apalagi dipolitisir. Lagian bukan sifat petani membuang-buang pangan di jalan," tutur Tunov.

Gerak Cepat

Kepala Dinas Petanian Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Wibowo mengatakan guna menstabilkan harga cabai, dinas petanian Demak telah menggelar koordinasi dengan petani Dusun Maguan, Desa Jeruk Gulung, Kecamatan Dempet.

Wibowo mengungkapkan dari koordinasi dengan petani tersebut, didapat solusi agar harga cabai terus menguntungkan petani.

"Pertama, disiapkan hilirisasi mesin pengering pengolah. Kedua, membangun kemitraan dengan pabrikan. Ketiga, stabilisasi harga cabai dengan pasar lelang di farmgate," sebutnya.

Keempat, lanjut Wibowo, akan membantu petani dalam efisiensi input produksi dengan penggunaan pestisida yang murah dan ramah lingkungan (biopestisida) yang bisa diproduksi petani sendiri dengan pelatihan.

"Kelima, petani sepakat mau melakukan anjuran pola tanam dan gilir tanam yang difasilitasi dinas pertanian," ucapnya.

Selain Kabupaten Demak, produksi cabai di Kabupaten Kebumen pun sedang mengalami kenaikan.

Kepala Dinas Pertanian Kebumen, Pudji Rahayu menyebutkan produksi cabai memang sedang meningkat, tetapi petani mensikapi dengan menlaunching pasar lelang cabai dan petani tetap bersemangat walaupun harga turun.

"Jadi harus disadari bahwa penurunan harga itu karna produksi yang melimpah," sebut Pudji.

Namun demikian, dengan adanya pasar lelang, produksi tetap terbeli dan peran champion terlihat memfasilitasi para petani sehingga produksi tetap terjual.

"Semoga dengan turunnya Champion di daerah maka harga masih bisa di kendalikan. Pemda pun mengapresiasi pasar tani yang kami gelar semoga petani tetap semangat memproduksi kalau bukan kita siapa lagi yg menjadi tempat curhat dan penyelamat mereka," tutur Pudji.

Reporter : Makmur
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018