Kamis, 27 Juni 2019


Tokoh Petani Puji Langkah Wajib Tanam Bawang Putih Bagi Importir

21 Mei 2019, 11:48 WIBEditor : Gesha

Pertanaman bawang putih oleh petani dan importir membangkitkan semangat petani untuk bertanam | Sumber Foto:ISTIMEWA

Petani kita di daerah sebenarnya sudah bisa bertanam bawang putih. Namun dengan masuknya kerjasama dengan importir ini, bisa membuka kepastian pasar dari bawang putih yang ditanam mereka

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Untuk mengejar swasembada bawang putih, Kementerian Pertanian mewajibkan importir untuk wajib tanam. Langkah ini dipuji oleh beberapa pihak, salah satunya tokoh petani.

Salah satunya adalah Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, Winarno Tohir. Menurutnya, mewajibkan importir untuk kerjasama dengan petani untuk pertanaman bawang putih merupakan langkah cerdas.

"Kami sangat setuju dan dukung untuk menerapkan itu. Agar kita bisa mengejar swasembada bawang putih. Kita sudah terlalu lama ketergantungan impor," tegasnya.

Winarno sendiri melihat pertanaman bawang putih sekarang sudah tersebar banyak di kabupaten seluruh Indonesia.

"Harga sudah bagus, produksi memungkinkan. Areal pun sebenarnya  kebanyakan karena sudah sampai 600 ribu an," tuturnya.

Namun Winarno mengetahui jika luasan area tersebut sebagai upaya perbanyakan benih yang dibutuhkan untuk pertanaman simultan hingga tahun 2021 mendatang.

Lebih lanjut Winarno menambahkan bahwa importir juga harus tunduk pada aturan pertanaman yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian. Sehingga jika ada yang main-main, langsung di blacklist.

"Petani kita di daerah sebenarnya sudah bisa bertanam bawang putih. Namun dengan masuknya kerjasama dengan importir ini, bisa membuka kepastian pasar dari bawang putih yang ditanam mereka. Sehingga mereka lebih semangat lagi," tutur Winarno.

Semangat inilah yang harus terus dijaga oleh Kementerian Pertanian dan berbagai pihak agar pertanaman bawang putih bisa terus berlanjut di Indonesia.

Sentra Benih

Apresiasi selanjutnya datang dari Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit. Menurutnya, pertanaman bawang putih di Negeri Minang tersebut sudah menyebar. 

Salah satunya ada di Kabupaten Solok, tepatnya di kecamatan Lembah Gumanti dan Lembang Jayayang berada yang ada di ketinggian 1.000 meter dari atas permukaan laut (mdpl).

Pada 2018 penanaman bawang putih di Solok sudah dilakukan seluas 10.000 hektar (ha) dan semuanya sudah dijadikan benih. 

"Jadi, di tahun 2021 nanti, Solok bisa menjadi sentra benih bawang putih untuk Sumatera Barat. Jadi tak hanya bawang merah saja, Solok terkenalnya tapi juga bawang putih," tuturnya.

Berdasarkan data dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat, lahan seluas 580 hektar 2019 ini diupayakan untuk perbanyakan benih.

Budidaya benih seluas 580 hektar merupakan gabungan antara lahan wajib tanam importir dari 5 perusahaan dan APBN. Nanti, hasil panen akan diproses dan dijadikan benih untuk ditanam lagi tahun 2020 dengan target tanam seluas 2.000 hektar.

"Lalu, panennya akan dijadikan benih lagi untuk ditanam tahun 2021, dengan target tanam 6.000 hektar," tutur Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat, Candra.

Adapun budidaya benih tahun ini seluas 580 hektar, yang tersebar di Kabupaten Solok seluas 275 hektar, Kabupaten Tanah Datar 125 hektar, Kabupaten Agam 100 hektar, dan Kabupaten Solok Selatan 80 hektar.

Mengenai luas lahan secara keseluruhan, total lahan yang berpotensi untuk ditanami bawang putih tersebar di empat wilayah dengan luas 27.500 hektar.

Di Kabupaten Solok luas lahannya 13.000 hektar, sementara di luar Solok, seperti Kabupaten Agam 11.000 hektar, Tanah Datar 3.000 hektar dan Solok Selatan 500 hektar.

Reporter : Nattasya
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018