Sabtu, 24 Agustus 2019


Gantikan Jeruk Impor, Pemerintah Gerakkan Program Orange

07 Agu 2019, 20:01 WIBEditor : Gesha

Orange asli Indonesia dipersiapkan untuk memenuhi pasar dan menghadang impor | Sumber Foto:TABLOID SINAR TANI

TABLOIDSINARTANI.COM,  JAKARTA---Jeruk termasuk dalam salah satu jenis buah yang banyak diminati konsumen. Warna orange dan rasa asam-manis biasanya menjadi kriteria konsumen untuk membeli jeruk. Sayangnya pasar jeruk yang berwarna orange di dalam negeri justru dipenuhi produk impor. Untuk menggantikan jeruk impor, pemerintah akan menggerakkan program Orange. 

Beberapa jeruk dalam negeri yang berwarna orange kini sudah tersedia dan bisa dibudidayakan petani. Misalnya, jeruk Soe, Batu 55 dan Gunung Omeh.

Direktur Buah dan Florikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Liferdi Lukman mengakui, persentase jeruk impor berwarna oranye saat ini masih cukup tinggi. Karena itu program pemerintah ke depan untuk subtitusi jeruk impor salah satunya mengembangkan jeruk yang berwarna orange.

Mengapa orang tertarik buah impor, khususnya buah jeruk? Liferdi mengatakan,  karena dari tampilnya memiliki warna yang cantik dan menggoda yakni orangenya. Karena itu untuk program subtitusi impor, pihaknya akan mengembangkan jeruk-jeruk berwarna orange seperti jeruk SOE, Batu 55 dan Gunung Omeh.

“Dalam Program Orange kita akan memgembangkan sentra jeruk yang berwarna orange, sehingga bisa mensubtitusi impor,”  ujarnya.

Dengan Program Orange tersebut, Liferdi berharap, jeruk orange dalam negeri bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. “Kita negara tropis. Kita punya banyak potensi buah unggul yang tidak dimiliki negara lain. Karena itu kita bisa mendorong memajukan buah lokal asli Indonesia,” imbuhnya.

Potensi pengembangan tanaman jeruk di dalam negeri memang cukup besar. Dari segi rasa, jeruk asli dalam negeri juga tidak kalah. Apalagi di beberapa wilayah Indonesia mempunyai banyak ragam jenis buah tersebut. Sebut saja, jeruk Keprok Batu 55 (Jawa Timur), jeruk Keprok SoE (NTT), jeruk Keprok Brastepu (Sumatera Utara), jeruk Keprok Gayo (Aceh) dan jeruk Keprok Trigas (Kalimantan Barat).

Jenis jeruk asli dalam negeri yang bisa bersaing dengan jeruk Sunkish (berwarna orange) adalah jeruk Soe. Jeruk ini banyak terdapat di NTT. Namun pengembangannya belum banyak dan produktifitas tanamannya relatif masih rendah.

Selain jenis jeruk Keprok, ada juga jenis jeruk Siam Madu (Sumatera Utara), jeruk Siam Gunung Omeh, jeruk Gerga Lebong. “Untuk melawan jeruk impor yang warnanya menarik, kita akan kembangkan jeruk yang juga mempunyai warna menarik,” ujar Liferdi.

Dari berbagai jenis jeruk yang ada di Indonesia, jeruk Keprok menjadi salah satu yang siap bersaing dengan jeruk impor yang berwarna kuning. Jeruk Keprok umumnya dikonsumsi dalam bentuk segar sebagai buah meja, karena kulit buahnya yang mudah dikelupas dan antar juring mudah dipisahkan.

Salah satunya jeruk Keprok Batu 55 yang termasuk dalam spesies mandarin. Jeruk Keprok Batu 55 mempunyai kualitas penampilan dan cita rasa minimal sama, bahkan lebih enak dibanding kualitas buah jeruk impor. Jika pengembangan jeruk ini berhasil akan berdampak pada peningkatan produksi dan dapat mensubstitusi jeruk impor. **

Reporter : TABLOID SINAR TANI
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018