Monday, 23 May 2022


JANGAN TERLAMBAT (LAGI)

21 Jan 2022, 22:21 WIBEditor : Gesha

Lalat Hitam, penghasil Maggot | Sumber Foto:Istimewa

TABLOID SINAR TANI.COM, Jakarta --- Predikat lalat sebagai serangga yang kotor sudah dikenal umat manusia.  Tetapi lalat berwarna hitam yang tubuhnya "atletis" memanjang ramping ini adalah lalat yang bersih. Lalat yang dinamai Lalat Tentara Hitam atau Black Soldier Fly (BSF) hidupnya hanya sekitar 7 hari. Sangat pendek, hidup berarti lalu mati, kata Chairil Anwar. 

Black Soldier Fly (BSF) BSF bukan merupakan vector penyakit seperti lalat hijau yang hidup di tumpukan sampah. Lalat ini bersih dan bersahabat dengan manusia karena berbagai manfaat yang diberikannya.

Seperti dijelaskan di Wikipedia, seekor BSF betina mampu menghasilkan 500-900 telur dalam sekali perkawinannya, yang kemudian menetas menjadi larva yang disebut maggot. Dalam sehari seekor maggot mampu mengonsumsi makanan berupa sampah organik sebanyak dua kali berat tubuhnya sehingga populasi maggot mampu menghacurkan sampah organik dalam jumlah besar. Selain itu maggot menjadi alternatif pakan ternak dan ikan.

Perhatian terhadap potensi BSF ini di negara-negara maju sudah sangat besar. BSF menjadi harapan dalam menangani masalah lingkungan dan pakan. Beberapa perusahaan yang memproduksi maggot juga bermunculan di Indonesia sejak akhir dekade lalu, bahkan ada yang telah berhasil mengekspor produknya.  Kelompok pegiat lingkungan juga sudah banyak menggunakan maggot sebagai penghancur sampah dan sekaligus memasarkan maggot untuk pakan ternak dan ikan. Potensi sebagai sumber makanan manusia sudah banyak juga dilirik. Maggot bisa diproses menjadi tepung sebagai bahan makanan bagi mereka yang tidak mempunyai kendala mengonsumsinya.

Kita tidak boleh ketinggalan mengupayakan agar potensi baru ini segera berkembang. Peluang sudah ditangkap oleh pebisnis. Sudah saatnya peluang ini didukung dan difasilitasi oleh pemerintah dengan berbagai kebijakan. Apalagi karena mampu menghacurkan sampah organik dalam jumlah besar. Bukankah DKI Jakarta saja menghasilkan sampah 7000 ton sehari?

Negara-negara di kawasan Eropa dan Amerika sudah beberapa langkah lebih maju, mereka sudah bergerak dan bahkan mengimpor produk maggot serta melihat kemungkinan menjadi sumber protein hewani bagi manusia walaupun sekarang masih digunakan untuk pakan ternak atau ikan, juga untuk kosmetik dan obat-obatan.

Harganya masih belum bisa bersaing dengan tepung ikan, tapi teknologi terus berlari dan soal harga bisa berubah dalam sekejap. Jika kita terlambat, tanpa ikut berlari, tiba-tiba kita bisa tertinggal dan tidak mampu bergerak lagi. Pengalaman menunjukkan, kita sering tercecer dan lambat bergerak.  Terlalu lama menikmati kejayaan masa lalu sehingga terlena, lalu tiba-tiba tertinggal karena terlambat memulai yang baru.

Pekerjaan rumahnya tentu saja banyak karena harus memenuhi berbagai persyaratan seperti sanitasi, tampilan, kesehatan, dan kontinuitas pasokan.

 

 

 

 

 

Reporter : Memed
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018