Thursday, 18 August 2022


Kaya Biomassa, Pupuk Organik Tinggal Klik!

23 Jul 2022, 16:21 WIBEditor : Yulianto

Pupuk Organik perlu political will dari pemerintah | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI. COM, Jakarta--+Balik kanan, kita kembali ke Pupuk Organik. Setelah tanah menjadi keras, sumberdaya fosil terkuras, makanan terkontaminasi residu kimia dan lingkungan terdegradasi, kita menyatakan kembali ke alam. Back to Nature.

Pertanian mengurangi sejauh mungkin penggunaan pupuk dan pestisida kimia. Sekarang penggunaan pupuk organik dan bisnis pupuk organik di dunia meningkat dengan cepat. Penggunaan pupuk kimia yang dulu merupakan solusi sekarang harus dikurangi. Serba organik dan alami yang dulu dianggap kuno sekarang dianggap harapan pada masa depan.

Limapuluh tahun lalu, kawasan pertanian sayuran sekitar kota Hongkong bau kotoran hewan dan bahkan manusia. Konon isi septic tank digunakan untuk pupuk di kebun sayuran. Komentar minor pun datang dari masyarakat moderen. Sekarang kotoran hewan yang bau, kompos, pupuk hijau orok-orok dan pupuk kandang kembali dilirik. 

Kita kembali mengapresiasi bau pupuk organik alami di ladang pertanian berbagai negara. Pupuk organik telah menjadi pilihan dunia. Nah, bagaimana caranya agar pupuk yang mampu memperbaiki struktur fisik tanah ini juga mengandung hara yang cukup agar tanaman menjadi subur? Karena pupuk organik mengandung banyak bahan organik tetapi kadar haranya tidak cukup banyak. Para cerdik cendikia ditantang!

Gerakan kembali ke alam telah lama dimulai. Petani tidak membakar jerami tapi memanfaatkan jerami untuk makanan ternak, isi septic tank jadi bio gas dan bahkan konon jadi sumber pengairan untuk tanaman peneduh di Saudi Arabia. Solar energy sudah umum digunakan. Biokonversi menjadi konsep dalam pemanfaatan semua sumberdaya organik. Jerami dan kotoran hewan sudah dihargai dan banyak diminta untuk pupuk kandang. Sampah sudah diolah dan recycle didorong.

Teknologi moderen didorong agar mampu memanfaatkan sumberdaya organik yang tersedia dengan lebih efektif dan efisien. Tentu dengan cara yang lebih baik dan elegan. 

Bagaimana di negara kita?

Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan sabut kelapa), limbah ternak, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian, dan limbah kota (sampah). Pupuk kandang bermanfaat untuk menyediakan unsur hara makro dan mikro dan mempunyai daya ikat ion yang tinggi sehingga akan mengefektifkan bahan-bahan anorganik di dalam tanah, termasuk pupuk anorganik.  

Kita kaya akan biomassa tapi pemanfaatannya masih belum optimal. Sebagian besar menjadi sampah yang justru bermasalah. Tetapi solusi selalu ada. "Sampah" itu bisa diolah menjadi pupuk, energi, listrik, gas, atau produk lain sesuai imajinasi. Biomassa dibutuhkan dunia, contohnya tongkol jagung, cangkang sawit, sabut dan batok kelapa sudah diekspor. Banyak biomassa masih dianggap sampah sehingga diperlakukan sebagai sampah. Jadi, bahan baku tersedia dan teknologi sudah dikuasai, kita tak perlu menunggu lama. Tinggal Klik!

 

Reporter : Memed Gunawan
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018