Selasa, 21 Mei 2019


Selamatkan Petani, Bulog Serap Gabah dengan Harga Komersil

02 Apr 2019, 12:10 WIBEditor : Gesha

Harga gabah yang turun diharapkan bisa dibeli oleh Bulog | Sumber Foto:ISTIMEWA

Sesuai Inpres No.5 tahun 2015, Bulog bisa membeli gabah petani Rp 3.700/kg (GKP)dan Rp 4.650/kg (GKG).

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini sudah komunikasi  dengan Bulog agar  bergerak cepat untuk  untuk menyerap gabah petani di sejumlah daerah yang harganya mulai turun. Bahkan,   Bulog siap membeli gabah petani dengan harga komersil.

"Saat ini di sejumlah daerah sedang musim panen. Sehingga produksi padi di sejumlah daerah melimpah. Karena itu kami sudah komunikasi dengan Bulog melalui divrenya di daerah untuk bergerak cepat serap gabah petani," kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, usai membuka Rakernas dan Konsolidasi Tani Nelayan se-Indonesia, di Jakarta, Senin (1/4).

Seperti dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) harga gabah di tingkat petani pada Maret 2019 terjadi penurunan. Gabah kering panen (GKP) turun 9,98 persen menjadi Rp 4.604/kg per Maret 2019. Sedangkan gabah kering giling (GKG) juga turun 5,11 persen menjadi Rp 5.530/kg per Maret 2019.

Menurut Amran, apabila harga gabah petani mengalami penurunan, Bulog bisa membeli gabah petani sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Sesuai Inpres  No.5 tahun 2015, Bulog bisa membeli gabah petani Rp 3.700/kg (GKP)dan Rp 4.650/kg (GKG). " Kan sudah ada fleksibilitas 10 persen dari HPP. Sehingga Bulog bisa beli gabah petani dengan harga Rp 4.070 (GKP)," ujar Amran.

Amran juga mengatakan, pemerintah sudah menyiapkan instrumen untuk menyelamatkan petani. Sehingga jangan sampai di musim panen petani malah rugi.

"Selain ada fleksibilitas, Bulog bisa beli gabah petani dengan harga komersil. Apakah dengan harga Rp 4.500/kg atau Rp 4.600/kg. Artinya tak ada alasan untuk membeli dengan harga yang menguntungkan petani,"  papar Amran.

Menurut Amran, panen yang bertepatan dengan musim hujan kerap kali membuat kualitas gabah menurun. Salah satunya disebabkan minimnya ketersediaan lantai jemur petani.

"Nah, untuk mengatasi masalah ini pemerintah pada tahun 2017 sudah menyalurkan 1.000 dryer ke petani.  Pada tahun 2018 pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 800 miliar untuk pengadaan dryer ke petani," pungkas Amran.

Reporter : Indarto
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018