Kamis, 23 Mei 2019


Pengalaman Luar Biasa, Meningkatkan Pendapatan Petani melalui KUAT

05 Apr 2019, 06:04 WIB

Beberapa jenis usaha agribisnis terpadu di Kaltim | Sumber Foto:Istimewa

Dr. H Ibrahim – Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM - Tulisan ini mengungkapkan  pengalaman yang menarik yang dilakukan Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur dalam meningkatkan pendapatan petani, melalui program pengembangan Kawasan Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT).

Program KUAT sudah kami aplikasikan dengan membuat demplot pada tahun 2015 di lima kabupaten di Kaltim seluas 50 hektar, yakni di Berau 10 ha, di Kutai Timur 10 ha, di Kutai Kartanegara 10 ha, di Penajam Paser Utara 10 ha dan di Paser 10 ha.

Demlot KUAT di Provinsi Kaltim yang dilakukan kerjasama dengan Universitas Mulawarman juga dilakukan pada tahun 2016, di 4 kabupaten seluas 40 ha, masing masing kabupaten 10 ha, meliputi Berau, Kutai Timur, Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara.

Hasil pengalaman demlot KUAT selama dua tahun itu, telah diperoleh Analisa usaha tani model KUAT memberikan tambahan pendapatan yang nyata kepada petani. Petani konvensional yang hanya menanam padi seluas 1 ha, penghasilan mereka berkisar Rp 3,5 juta per bulan. Sementaera petani padi yang menerapkan KUAT memadukan usahatani padi, sayuran dan itik, pendapatannya meningkat menjadi Rp 8,4 juta per ha per bulan. Tambahan pendapatan ini akan berbeda, tergantung kombinasi integrase tanaman yang dilakukan petani.

Program KUAT di Kaltim, juga dikembangkan terintegrasi dengan pekarangan rumah para petani dengan memberikan bantuan bibit buah-buahan. Program ini sudah dilakukan di Kecamatan Kuaro, Paser, Kaltim. Setiap KK petani diberikan bantuan 3 bibit kelengkeng unggul yang didatangkan dari Jawa Tengah.

 Saat ini mereka sudah panen, satu pohon kelengkeng bisa panen 60 kg buah kelengkeng. Dengan harga Rp 40 ribu per kg, maka pendapatan mereka Rp 2,4 juta per pohon. KUAT dikembangkan Pemprov Kaltim  bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman ini mencontoh pengembangan mangga di Purbolinggo Jawa Timur. Kabupaten ini menjadi sentra mangga yang ditopang oleh tanaman mangga yang ditanam di pekarangan pekarangan rumah.

Dengan KUAT   petani akan memiliki pendapatan harian (daily income) melalui panen buah dan sayuran yang bisa dilakukan setiap hari. Selain juga, ada panen mingguan, panen bulanan dan panen raya tahunan.

 Kaltim juga  mengembangkan Kawasan KUAT buah alpokat di daerah yang iklimnya telah tumbuh tanaman alpokat dengan baik.  Untuk pengembangan buah lokal spesifik seperti  buah pepaya mini sudah berkembang di Balikpapan. Selain itu, juga ada kebun buah naga, buah nanas madu, durian legit dan mawar, lay Mahakam, jeruk borneo prime (keprok).

 Pemrov Kaltim meminta daerah daerah yang memiliki plasma nutfah buah spesifik lokal unggul untuk  mengembangkan Kawasan buahnya  di kabupatennya masing masing. Provinsi akan membantu dan mendorong pengembangannya.

KUAT dikembangkan Pemrov Kaltim sebagai pendekatan pembangunan. Ada dua pendapatan pembangunan yang dilakukan. Pertama, pendekatan pembangunan kawasan tanaman pangan dan hortikultura (fokus pada 50 kecamatan-kecamatan potensial). Kedua, fokus komoditas tanaman pangan : padi, jagung, ubi kayu serta hortikultura : jeruk, durian/Lai, pisang, pepaya.

Model pengembangan  yang digunakan adalah Kawasan Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT). Untuk operasionalisasi KUAT, Pemrov telah menetapkan kecamatan sentra produksi. Ada kecamatan yang ditetapkan sebagai sentra tanaman pangan, sayuran, dan buah buahan.

Program KUAT dijalankan merujuk pada Visi Gubernur dan Wakil GUbernur Kaltim periode 2018-2023 “Berani untuk Kalimantan Timur yang berdaulat”. Visinya: Pemerintahan Kalimantan Timur Memiliki Tekad, Komitmen dan Keberanian Menjalankan Kewenangan Secara Otonomi Dalam Mengatur dan Mengelola Potensi Sumber Daya Alamnya Untuk Mewujudkan Masyarakat Kalimantan Timur Yang Mandiri, Berdaya Saing dan Sejahtera.

Misi Pemrov Kaltim yakni:  Berdaulat Dalam Pembangunan Sumberdaya Manusia Yang Berakhlak Mulia Dan Berdaya Saing, Terutama Perempuan, Pemuda Dan Penyandang Disabilitas; Berdaulat Dalam Pemberdayaan Ekonomi Wilayah Dan Ekonomi Kerakyatan Yang Berkeadilan; Berdaulat Dalam Memenuhi Kebutuhan Infrastruktur Kewilayahan; Berdaulat Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Yang Berkelanjutan;  Berdaulat Dalam Mewujudkan Birokrasi Pemerintahan Yang Bersih, Profesional Dan Berorientasi Pelayanan Publik.

 

BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018