Senin, 19 Agustus 2019


Ini Teknologi Inovasi Baru yang Diberikan kepada Petani dan Penyuluh Mahakam Ulu

03 Apr 2019, 07:31 WIBEditor : Ahmad Soim

Bimbingan Teknologi Inovasi Baru di KP Semboja milik BPTP Kaltim | Sumber Foto:Etha

“Jika dilihat list materi, seperti sudah banyak yang kita pelajari, akan tetapi tetap saja masih banyak ilmu yang ingin kami gali pada moment ini”

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Mahakam Ulu---Melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Timur (BPTP Kaltim) memberikan beragam teknologi inovasi baru kepada para petani, penyuluh pertanian, tenaga pendamping di Kabupaten Mahakam Ulu Kaltim.

Bimtek ini hasil kerjasama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Mahama Ulu dengan BPTP Kaltim. Dilakukan di Kebun Percobaan Samboja milik BPTP Kaltim, di Desa Bukit Raya, Kecamatan Samboja Kutai Kartanegara ,  selama 3 hari ini (28 – 30 Maret 2019).

“Karena proses diseminasi inovasi teknologi yang ada di daerah juga merupakan tugas dari BPTP, moment bimtek ini merupakan salah satu kesempatan kita untuk membantu mendiseminasikan setiap inovasi teknologi yang dihasilkan Kementerian Pertanian” ujar Ka.BPTP Kaltim Dr.Muh Amin.

Peneliti BPTP Kaltim Ir. Nurbani saat mengawali bimtek ini mengatakan  bimtek ini  adalah sarana belajar menggali ilmu dan teknologi inovasi baru pertanian untuk mempermudah dalam pelaksanaan penyuluhan dan bimbingan kepada petani di lapangan.

KP Semboja lanjut Nurbani adalah tempat atau wahana edukasi teknologi inovasi pertanian serta show window bagi inovasi teknologi pertanian yang dihasilkan oleh Badan Penelitian dan Pengembagan Kementerian Pertanian di Kaltim.

Materi yang diberikan dalam Bimtek ini berupa  teori dan  praktek lapangan. Materi yang disampaikan yaitu penerapan jajar legowo 2:1 pada budidaya tanaman padi, tumpeng sari tanaman (Turiman) padi dengan jagung dan kedelai, budidaya jamur tiram, pengenalan VUB padi, Budidaya bawang merah, kalender tanam, dinamika penyuluhan serta optimalisasi Medsos untuk penderasan diseminasi teknologi pertanian.

Untuk prakteknya peserta diajarkan cara mengokulasi durian, pengembangan lada 1 stek, pembuatan pupuk organic cair dan pestisida nabati, serta penggunaan alat tanam padi (transplanter). Bimtek kali ini tidak hanya dilaksanakan dalam bentuk diskusi dan praktek, melainkan juga di adakan kunjungan studywisata ke objek KRPL yang ada di Kota Balikpapan.

KSPP BPTP Kaltim Margaretha sekaligus penanggung jawab kegiatan ini  menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab.Mahulu untuk menjadikan KP. Samboja sebagai tempat menambah wawasan dan kapasitas bagi petani, penyuluh serta pendamping dinas. “Suatu kehormatan bagi BPTP bisa mendapatkan kepercayaan ini” ujar Margaretha

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab. Mahulu Ir. Anye Laing, M.Si, juga menyampaikan  terima kasih kepada BPTP Balitbangtan Kaltim yang berkenan menjadi destinasi peningkatan kapasitas SDM bagi petani, penyuluh serta pendamping dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab. Mahulu sehingga tidak perlu jauh-jauh melakukan bimbingan teknis semacam ini.

Bibit Lada dan Durian

Anye menyampaikan bahwa materi yang diberikan selama 3 hari ini sangat memberikan penambahan wawasan bagi peserta salah satunya pada materi terkait alat mesin pertanian. Beliau menambahkan bahwa keberadaan transplanter sudah ada di Kabupaten selama hampir 2 tahun namun penggunaannya belum optimal karena kurangnya pemahaman operator, khususnya pembuatan dapog. Diharapkan setelah bimtek ini trasplanter tersebut dapat dimaksimalkan dan tidak mangkrak lagi.

“Jika dilihat list materi, seperti sudah banyak yang kita pelajari, akan tetapi tetap saja masih banyak ilmu yang ingin kami gali pada moment ini” ujar salah seorang peserta yang merupakan petani muda dari Mahulu. “Penyampaian materi serta praktek langsung ini lah yang membuat kita mudah memahami setiap mayeri yang disampaikan” begitu opini peserta yang lainnya saat ditanyakan kesan dan pesan mereka dalam mengikuti rangkaian bimtek ini.

Di akhir rangkaian kegiatan bimtek juga dilakukan penyerahan bibit lada dan durian, serta bahan diseminasi yang telah di buat oleh tim peneliti dan penyuluh BPTP. Sementara itu Kepala BPTP saat melakukan peninjauan pelaksaan kegiatan bimtek menyatakan bahwa tim BPTP haruslah mampu berperan sebagai sumber informasi yang inovatif agar peserta bimtek mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang optimal untuk bekal mereka dalam membangun sektor pertanian di Kab.Mahulu.

 

Reporter : Ekayujaya
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018