Kamis, 12 Desember 2019


PEDA KTNA Ajak Pertanian Pintar dan Perbaiki Tata Niaga Produk Pertanian

13 Jul 2019, 00:06 WIBEditor : Ahmad Soim

Winarno Tohir, Isran Noor dan Ibrahim Bicara PEDA KTNA Kaltim 2019 | Sumber Foto:Dok Sinar Tani

Dalam kesempatan PEDA KTNA Kaltim, Gubernur Kaltim Isran Noor diagendakan menyerahkan rompi dan topi secara simbolis kepada Penyuluh Pertanian di 10 kabupaten dan kota se-kaltim.

 

 TABLOIDSINARTANI.COM - Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) mengajak petani untuk menerapkan pertanian pintar (smart agriculture) di berbagai daerah dalam kegiatan Pekan Daerah (PEDA) KTNA yang diselenggarakan di berbagai wilayah Indonesia tingkat provinsi. KTNA juga ingin agar pemerintah memperbaiki tata niaga produk pertanian, agar harga jual produk petani menguntungkan mereka.

“Penerapan pertanian pintar dalam era industri 4.0 sudah keharusan, apalagi sekarang tenaga kerja di pertanian semakin langka,” kata Ketua Umum KTNA Nasional Winarno Tohir usai menghadiri PEDA KTNA di berbagai provinsi di Indonesia.

Pelaksanaan PEDA di berbagai provinsi selalu ramai,  gencar dan semangat. Pemdanya bersemangat. Gubernur selalu hadir dalam PEDA PEDA KTNA  tahun 2019 ini. Seperti di Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, Lampung, dan Kalimantan Barat.

Dia mencontohkan PEDA di Kalimantan Tengah, para petani   menyampaikan bisa menerapkan mekanisasi budidaya jagung di lahan pasang surut. Alat dan mesin pertanian tersedia. “Hanya perlu pelatihan pelatihan untuk menggunakan alat mekanisasi dan memeliharanya, suku cadangnya juga perlu diadakan, sehingga masa pakainya lebih lama,” tambah Winarno Tohir.

 Winarno Tohir mengatakan saat ini produk pertanian sudah bagus bagus, demikian pula kemasan produk pertanian yang dihasilkan petani. “Sekarang tinggal sedikit saja upaya yang perlu dilakukan yakni tata niaga pertanian yang masih kurang dan perlu dibenahi. Kasihan petani manakala harganya jatuh karena masalah tata niaga,” ungkapnya.

 Keinginan petani itu disambut baik Pemda provinsi. Pemda memang juga menginginkan agar produk pertanian yang dihasilkan petani laku di pasar dengan harga yang petani untung. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Kalimantan Timur Ibrahim. “Kita inginnya produk produk yang dihasilkan petani laku dijual, pendapatan petaninya meningkat,” kata Ibrahim kepada Sinar Tani saat ditanya harapan Pemda Kaltim kepada petani Kaltim yang akan melaksanakan PEDA KTNA KALTIM 2019 di Berau 20-25 Juli.

Sofyan pengurus KTNA Nasional asal Kalimantan Timur menjelaskan Tema Pekan Daerah (PEDA) KTNA Kaltim 2019 yakni “Melalui Pekan Daerah X Kontak Tani Nelayanan Andalan Provinsi Kaltim Tahun 2019 Kita Wujudkan Kemandirian dan Kesejahteraan Petani Nelayan untuk Kalimantan Timur yang Berdaulat.

PEDA KTNA Kaltim dilaksanakan 20-25 Juli 2019 di Labanan Kabupaten Berau dengan jumlah peserta 2.024 orang. Kegiatannya diantaranya Penanam Buah Unggul Lokal, Rapim Kepala Dinas, Temu Teknis Lembaga Penyuluhan, Temu Teknologi, Temu Usaha Agribisnis, Pengembangan Pasar Lelang, Jaringan Informasi dan Agribisnis, Lomba Ujuk Tangkas, Studi Banding dan Widyawisata, Pameran dan Festival Kesenian, Asah Terampil, serta Temu Karya.

Dalam kesempatan PEDA KTNA Kaltim, Gubernur Kaltim Isran Noor diagendakan  menyerahkan rompi dan topi secara simbolis kepada Penyuluh Pertanian di 10 kabupaten dan kota se-kaltim.

Kegiatan KTNA Kaltim saat ini lanjut Sofyan sedang fokus  untuk pembinaan kelompok kelompok tani agar bisa meningkatkan produksi dan pendapatanya. “Alhamdulillah kami selalu mendapatkan fasilitasi dari Pemda Kaltim, termasuk dalam pelaksanaan PEDA KTNA Kaltim kali ini,” tambah Sofyan.

Pemda Kaltim tambah Ibrahim tetap memberikan keleluasaan kepada para petani untuk memilih budidaya komoditi yang akan mereka tanam. “Namun demikian, mereka juga sangat apresiasi dan mendukung program program pembagunan pertanian nasional maupun pemda provinsi. Para kontak tani inilah yang mensukseskan program pembangunan pertanian,” tambah Ibrahim. Som

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018