Thursday, 22 October 2026


Wereng Hilang, Lahan Pun Jauh Lebih Cantik dengan Bunga Matahari

24 Apr 2020, 16:39 WIBEditor : Clara

Bunga matahari si bunga cantik yang ditakuti hama

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Bunga matahari bukan hanya sebatas bunga hiasan saja, melainkan bunga pelindung bagi pertanaman padi dari hama wereng. Makanya bunga matahari masauk ke dalam kelompok tanaman refugia. Lahan menjadi cantik, produksi padi pun meningkat akibat terhindar dari wereng.

Bunga matahari digunakan sebagai tempat tinggal laba-laba, yakni predator (musuh alami) bagi hama wereng dan hama lainnya. Jadi laba-laba membuat jaring di daun dan ranting bunga matahari, sehingga hama terjebak di dalamnya. Laba-laba menghampiri hama yang terjebak di jarinagnya, kemudian dimakan dengan taringnya yang cukup membuat manusia sakit apabila digigit olehnya.

Bukan hanya berfungsi sebagai musuh alami, ternyata bunga matahari dapat dijadikan sebagai pengganti Pupuk NPK. Hanya cukup dikomposkan kemudian disebar, maka mampu menggantikan 25-50 persen Pupuk NPK. Tidak hanya itu, bunga matahari mampu menangkal erosi karena akarnya kuat.

Menurut penjelasan dari Penyuluh Pertanian BPP Wara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Fatmawati, menanam bunga matahari ini cukup mudah karena dapat tumbuh di mana saja. “Ini dapat tumbuh pada ketinggian 0,5-4,5 meter, teragntung dari varietasnya. Dan bunga matahari ini, bijinya dapat dikonsumsi sebagai cemilan, kuaci,” ungkapnya.

Untuk menanam bunga matahari, pertama kali yang dilakukan adalah siapan benihnya. Pilih jenis bunga matahari yang cocok dengan kondisi lahan yanga akan ditanami. Untuk yang tinggi lahannya di bawah 1 meter, sebaiknya menggunakan jenis bunga matahari yang kecil. Kalau di atas, dapat menggunakan yang besar.

Kedua, siapkan lahan. Fatmawati menyarankan untuk menanam matahari sebaiknya dilakukan di lahan yang terkena sinar matahari langsung tetapi tidak mudah diterpa angin. Apabila ditanam di areal terbuka (pematang sawah) sebaiknya membuat lubang maksimum 1,5 cm untuk menanam benihnya dengan jarak antar lubang 45 cm. Dengan perlakukan pertamanya adalah dibasahi dahulu dengan air sebelum dibuat lubang. “Bunga matahari ini dapat hidup di mana saja, asalkan: tanahnya subur, iklimnya hangat hingga panas, dan rutin disiram.”

Ketiga, setelah membuat lubang, masukkan 2 biji benih bunga matahari. Lalu siram dengan air secukupnya, tidak perlu disiram dengan air tergenang. “Apabila disiram secara rutin, dalam waktu 14 hari, bunga matahari akan tumbuah. Mudah sekali kan cara menanamnya,” ujar Fatmawati.

Reporter : Agustin
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018