Sunday, 09 August 2020


Bisa Menanam, Kenapa Membeli Sayuran?

02 Aug 2020, 08:24 WIBEditor : Ahmad Soim

Bupati Kulon Progo | Sumber Foto:Martono

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Kulon Progo - Iso Nandur Ngopo Tuku. Kalimat berbahasa Jawa itu artinya bisa menanam, kenapa membeli. Maknanya, kita harus berfikir simpel  dan cerdas yaitu harus  memanfaatkan pekarangan tanah, kebun untuk menanam sayuran dan tidak  perlu membelinya.  Hal ini bisa menghemat  biaya hidup sehari-hari.

Iso Ngingu (memelihara) Ngopo Tuku  adalah semboyan yang sangat tepat sekali agar masyarakat di pedesaan bisa memanfaatkan pekarangan untuk memelihara ikan, ayam, kambing atau sapi sebagai mata pencahariaan. Dengan memelihara hewan, masyarakat bisa mengkonsumsinya sendiri untuk asupan protein hewani yang penting bagi kesehatan tidak harus membeli bahkan jika berlebih bisa dijual untuk penghasilan dan  menambah pendapatan

Ektensifikasi dan intensifikasi dari lahan persawahan untuk target peningkatan masih dapat dilakukan dengan perhitungan, namun dengan biaya  yang harus ditingkatkan sehingga  perhatian pada lahan pekarangan sangat penting karena  dapat menjadi potensi pengembangan pangan  guna menjamin ketersediaan pangan dan ketahanan pangan. Lahan pekarangan belum dioptimalkan pengelolaanya dan  pendayagunaannya  sehingga menjadi potensi pengembangan pangan guna menjamin ketersediaan dan ketahanan pangan. 

Secara global  pertumbuhan  persediaan pangan dibanding dengan  dengan konsumsi tidak seimbang ditambah Pandemi Covid 19 memaksa untuk tetap menjaga daya tahan  tubuh dengan  pangan yang cukup bergizi. 

 GeMPar yang dilakukan di Kulon Progo adalah Gerakan Menanam Pangan di Pekarangan bisa menjadi roh yang dapat menggerakkan kegiatan ekonomi masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan dalam rangka mendukung Inovasi PanganKu. 

Bupati Kulon Progo Drs. H. Sutedjo mencanangkan Gerakan Menanam Pangan di Pekarangan “GeMPar” di KWT Mekar Sari, Padukuhan Kaliduren, Kalurahan Kebonharjo, Kapanewon Samigaluh. Hadir pada pencanangan tersebut Wakil Bupati Kulon Progo Fajar Gegana, Ketua TP PKK Kabupaten Kulon Progo, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Kepala BPTP Yogyakarta, Assek 2 Bidang Ekonomi dan Pembangunan Bambang Ir. Tri Budi Harsono, MM, dan Kepala OPD se Kabupaten Kulon Progo.

Pencanangan GeMPar tersebut bertujuan untuk mewujudkan pemanfaatan pekarangan yang Sehat Indah dan Produktif (SIP) dalam penyiapan ketersediaan pangan, meningkatkan kesadaran, peran dan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan pola konsumsi pangan yang B2SA, meningkatkan partisipasi masyarakat khususnya kelompok wanita tani dalam penyediaan sumber pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga serta mengembangkan kegiatan ekonomi produktif keluarga sehingga mampu meningkatkan kesejahteraannya

Dalam laporannya Kepala Dinas Pertanian dan Pangan  Ir. Muh. Aris Nugroho, MMA mengatakan bahwa “Tema Pencanangan “GeMPar” adalah “Dengan Semangat “GeMPar” Kita Wujudkan Kemandirian Pangan di Kulon Progo”. Tema tersebut kita gali dari masukan seluruh elemen masyarakat sejalan dengan Bela dan Beli Kulon Progo. Dengan tema tersebut kita berharap seluruh komponen masyarakat untuk mengembangkan tanaman pangan disetiap jengkal tanah sebagai sumber karbohidrat, protein dan vitamin yang Beragam – Bergizi Seimbang – dan Aman (B2SA)”. 

Pelaksanaan Gempar melibatkan unsur Pemerintah Kabupaten, Kapanewon, Koramil dan Polsek, Kalurahan dan unsur masyarakat (KWT). Pada pencanangan GeMPar yang diikuti 203 KWT dengan jumlah anggota 5.854 orang dengan menaman kelor 12.870 batang, terong 53.298 batang, cabe 54.576 batang, bayam 6000 batang, tomat 26.000 batang, buncis 20.400 batang, kangkung 17.400 batang, kacang panjang 42.600 batang, dan tanaman lainnya 53.716 batang dengan jumlah total 286.860 batang.

Pencanangan GeMPar yang ditandai dengan pemukulan kentongan dan penanaman pisang raja oleh Bupati Kulon Progo. Sebelum pencanangan GeMPar Bupati Kulon Progo juga melaunching Beras Biofortifikasi bagi KPM untuk pencegahan stunting. Gempar mempunyai semboyan Madhep Mantep Mangan Pangane Dewe yang artinya kita sebagai petani yang mempunyai pekarangan, kebun dapat  dimanfaatkan untuk menanam bahan pangan seperti sayuran dan buah untuk kehidupan sehari hari tidak perlu membelinya bahkan kalau hasilnya lebuh bisa dijual dan menghasilkan uang.

 

 

 

 

Reporter : Martono Penyuluh Kabupaten Kulon Progo
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018