Wednesday, 30 September 2020


Terapkan Teknologi Proliga, Petani Cabai di Batam Panen 10 ton/5000 Tanaman

25 Aug 2020, 16:46 WIBEditor : Ahmad Soim

Tanaman Cabai di Batam menerapkan teknologi Proliga | Sumber Foto:Dok BPTP Kepri

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Batam - Petani mitra BPTP Kepulauan Riau di Setokok Batam Thomas atau yang biasa dipanggil Jajang kembali tanam cabai dengan menerapkan teknologi Produksi Lipat Ganda (Proliga). Lahan seluas kurang lebih 0.5 ha yang dikelolanya kini telah dipenuhi cabai yang ditanam pada pertengahan Mei lalu.

Teknologi Proliga Cabai merupakan paket teknologi yang disusun oleh Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) untuk meningkatkan produksi dan produktivitas cabai. Inti dari teknologi ini adalah penggunaan varietas unggul, persemaian sehat yang memproduksi bibit bebas hama dan penyakit, pengaturan pola tanam menjadi zigzag double row, serta pemenuhan kebutuhan unsur hara dan manajemen hama penyakit tanaman. 

Paket teknologi ini telah dikenalkan BPTP Kepri kepada Jajang pada awal 2019 lalu. Ia sudah menjadi petani mitra BPTP Kepri pada kesempatan sebelumnya. Saat itu Jajang merasa antusias untuk mencoba teknologi baru dalam budidaya cabai yang merupakan komoditas dengan nilai ekonomi tinggi. Panen pertama pada bulan Agustus 2019 menghasilkan 187 kg cabai dari sekitar 5.000 tanaman.

BACA JUGA:

Budidaya Lada Berkembang Pesat di Kepri

Formulasi dan Cara Penggunaan Daun Mimba dari BPTP Kepri untuk Pestisida Sayuran

Teknologi Pembuatan Bio-Urine dari Kencing Sapi yang Diperkaya dengan Pupuk Hayati

Hasil perdana yang menjanjikan itu membuatnya terus bersemangat dalam memelihara tanaman cabainya. Tanaman miliknya bahkan masih berproduksi dan menguntungkan secara ekonomi sampai berumur lebih dari setengah tahun, sebelum akhirnya dicabut pada bulan April 2020 lalu. Hingga akhir masa tanam cabainya, Jajang telah berhasil memanen sebanyak 10 ton cabai secara total.

Menurut Jajang teknologi Proliga benar-benar membuat hasil berlipat ganda. “dengan teknologi Proliga ini saya bisa memanen lebih lama karena umur tanaman yang lebih panjang,” ceritanya saat dihubungi beberapa waktu lalu. 

Ia mengakui bahwa berkat penerapan teknologi ini, pendapatannya juga ikut meningkat. Hal itulah yang memicu ia untuk kembali menanam cabai dengan menerapkan aspek-aspek dari teknologi Proliga yang telah ia pelajari. Tanaman barunya itu kini dalam kondisi cukup baik. Ia menyampaikan adanya kendala akibat hujan terus menerus yang menyebabkan tanamannya terserang penyakit bercak daun. Akan tetapi kini penyakit tersebut sudah dapat dikendalikan dengan menerapkan manajemen hama dan penyakit seperti penanaman musim sebelumnya.  

Jajang ingin petani lain di sekitarnya ikut merasakan keberhasilan yang telah ia dapatkan. Jajang juga memiliki harapan besar akan pengembangan budidaya komoditas ini di Batam. “Saya harap BPTP terus dapat mendampingi kami dalam pelaksanaan budidaya cabai ini, sehingga nantinya kita bisa menjadi sentra produksi cabai yang tidak kalah dengan daerah lainnya.” pungkas Pak Jajang.

Kepala BPTP Kepri, Dr. Ir. Sugeng Widodo, MP mengapresiasi atas semangat dan keberhasilan Pak Jajang sebagai petani champion. “Pak Jajang juga tidak segan menyebarkan ilmu mengenai teknologi Proliga Cabai. Ia telah banyak membantu anggota kelompok taninya di sekitar Setokok untuk ikut menerapkan paket teknologi yang disusun oleh Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) Balitbangtan. BPTP Kepri akan terus mendampingi petani-petani seperti Pak jajang ini agar pertanian di Kepri bisa lebih maju mandiri dan modern,” kata Sugeng.

 

 

 

 

Reporter : A.D. Alifia
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018