Friday, 18 June 2021


Mangga Agri Gardina 45 Siap Diproduksi Massal di Kepri

09 May 2021, 15:18 WIBEditor : Ahmad Soim

Penyiapan produksi bibit benih mangga agri gardina 45 di Kepri | Sumber Foto:Firsta A.S. & Lutfi H.


TABLOIDSINARTANI.COM, Kepulauan Riau -- Untuk memproduksi indukan pohon mangga varietas Agri Gardina 45  di BBI Kepri, Tim Balitbu akan memberikan pelatihan teknis secara langsung pemangkasan dan pengembangan melalui penyambungan kepada Tim BPTP Kepri dan teknisi BBI. Peneliti Balitbu menyatakan pemulia mangga dari Balitbu bersedia memberikan keterangan bahwa mangga Agri Gardina 45 yang dikembangkan akan diubah menjadi label putih sehingga layak menjadi bibit.

Balai Penelitian Buah Tropika (Balitbu) Solok Sumatera Barat dengan didampingi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kepulauan Riau (26/4/2021) melakukan kunjungan ke Balai Benih Induk (BBI) di Kabupaten Bintan Kepulauan Riau. Tim dari Balitbu dipimpin Plt. Kepala Balitbu, Dr. Ir. Ellina Mansyah, M.P. dengan anggota peneliti Dr. Ir. Mizu Istianto, M.P., Ir. Sri Hadiati, M.P., dan Teknisi Litkayasa Arma A.Md. Sedangkan dari BPTP Kepri dipimpin Kepala Balai, Dr. Ir. Sugeng Widodo, MP dengan anggota tim dari kegiatan Produksi Benih Sebar Mangga serta kegiatan Pendampingan Pelaksana Program dan Kegiatan Strategis Kementan.

Tujuan dari kunjungan ini adalah melakukan monitoring dan evaluasi perkembangan dan pertumbuhan tanaman buah tropika yang ditanam di kebun BBI hasil kerjasama antara Balitbu, BPTP Kepri dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Komoditas serta varietas yang dikembangkan saat itu diantaranya mangga Agri Gardina 45, Salak Sari Intan, dan Buah Naga. "BBI merupakan salah satu mitra terbaik BPTP Kepri, yang mana beberapa kegiatan perbenihan akan difokuskan di BBI, seperti sorgum, kedelai, mangga, salak, dan beberapa sumber daya genetik Kepri lainnya, sekaligus sebagai sertifikator komoditas-komoditas perbenihan tersebut.", ungkap Sugeng membuka acara kunjungan.

Dalam kunjungan Mizu yang mewakili tim menyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan agar buah naga yang dihasilkan lebih berkualitas dan memiliki kuantitas yang lebih besar. Diantaranya, Penambahan unsur N dengan menambahkan pupuk urea dan NPK dapat meningkatkan hasil produksi buah naga, rutin melakukan pemangkasan batang dan penyiangan gulma agar buah naga tumbuh dengan baik.

Tim selanjutnya mengunjungi demplot buah Mangga Agri Gardina 45 yang kini telah berumur lebih dari 2 tahun. Di lokasi demplot mangga Mizu juga memberikan saran masukkan, pohon mangga pertumbuhannya agar bisa maksimal perlu dilakukan pemeliharaan berupa pemangkasan, penguatan pengairan, dan pengocoran POC diharapkan tetap dilakukan bahkan ditingkatkan untuk memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan ketersediaan hara yang mempengaruhi kualitas buah (rasa dan ukuran buah). "Selain itu, sentuhan agribisnis sebagai penguatan pasar juga tidak boleh dilupakan, mengingat Mangga Agri Gardina 45 ini memiliki banyak keunggulan.", pungkas Mizu.

BACA JUGA:

Mangga Agri Gardina 45 ini dapat dikembangan sebagai tanaman pekarangan akan mampu meningkatkan pemenuhan gizi dan pendapatan keluarga, di samping itu juga dapat digunakan sebagai tanaman estetika dan menciptakan lingkungan hijau yang bersih dan sehat karena tanamanan tersebut bertajuk rendah dan indah, rasa buahnya enak, aromanya harum, dan penampilannya menarik. Mangga Agri Gardina 45 juga memiliki banyak kekunggulan diantaranya adalah bertajuk rendah ± 3 m, genjah (umur 3 tahun setelah tanam sudah berbuah bahkan umur 1,5 tahun ada yang sudah berbuah), umur panen genjah (90-100 hari setelah bunga mekar), produksi tinggi (pada umur 3 tahun berproduksi 136 buah/pohon/tahun dan umur 4 tahun berproduksi 273 buah/pohon/tahun), dan warna kulit buahnya menarik (pangkal merah, ujung kuning).

Di samping memiliki keunggulan, Agri Gardina 45 juga memiliki keunikan, yaitu: ukuran buahnya kecil (93-172 g/bh), bentuk buah jorong dengan paruh runcing menonjol, daging buahnya lembut dengan citarasa manis (TSS 16,5 ºBrix) dan beraroma harum. Keunikan ukuran buah yang kecil, bentuk buah jorong dengan tipe paruh runcing menonjol tersebut ternyata bisa menjadi inspirasi cara makan buahnya. Untuk makan buahnya tidak seperti makan buah mangga pada umumnya yang memerlukan pisau untuk mengupasnya. Dengan keunikaannya tersebut membuat cara makannya juga menjadi unik. Dengan kemungilan buahnya menjadi mudah untuk memegangnya, paruhnya yang runcing menonjol memudahkan untuk mengupas kulitnya, yaitu dengan cara menyobek kulit pada paruhnya, kemudian menariknya dari ujung ke pangkal buahnya. Aromanya yang harum membuat enak dicium sebelum memakannya, dan daging buahnya yang lembut membuat mudah untuk memakannya.

Mangga ini dihasilkan dari kegiatan perakitan varietas unggul baru yang dilaksanakan oleh Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika Solok pada tahun 2002-2004 melalui persilangan mangga Arumanis 143 dengan 10 klon mangga merah Cukurgondang yang bertujuan untuk memperbaiki sifat buah mangga Arumanis 143 yang buahnya berkulit hijau agar menjadi merah/menarik. Dari hasil evaluasi tersebut diperoleh satu kandidat varietas unggul baru, yaitu F -45 yang berasal dari persilangan mangga 1 Arumanis 143 sebagai tetua betina dengan Saigon sebagai tetua jantan yang dilaksanakan pada tahun 2003. F -45 ini bertajuk rendah, genjah, produktif 1 dengan buah lebat, bercitarasa manis seperti Arumanis 143 dengan kulit buah berwarna menarik (pangkal merah, ujung kuning). pada tahun 2014 dengan nama Agri Gardina 45, dan merupakan Varietas unggul ke-15 yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian dari kegiatan pemuliaan mangga.

Tim Balitbu menyarankan untuk memberikan pupuk berimbang pada saat tanam dan diulang setiap tahun. Pemberian pupuk NPK (15-15- 15) dengan dosis 0,5 kg per pohon diberikan 2 kali pada periode pertumbuhan aktif pada tanaman umur 1-2 tahun. Pemupukan selanjutnya dosisnya bertambah mengacu pada dosis pemupukan pada varietas mangga lainnya. Pemangkasan awal diperlukan untuk pembentukan tajuk, sedangkan pemangkasan pemeliharaan diperlukan untuk membuang cabang kering/mati, tunas air dan cabang-cabang yang tumpang tindih, serta cabang utama yang ke atas (top) agar cahaya bisa masuk ke tajuk tanaman. Pencahayaan ini diperlukan agar buah bisa berwarna merah, karena jika buah ternaungi (kurang cahaya) maka buahnya menjadi berwarna kuning atau pucat yang tidak sesuai dengan karakternya.

Selanjutnya sebagai persiapan pelaksanaan bimbingan teknis kegiatan Produksi Benih Sebar Mangga, maka dilakukan pemilihan entres dari pohon indukan tanaman mangga yang rencananya akan disambung pada acara bimtek tersebut. Tujuan dilaksanakannya bimbingan teknis tersebut antara lain untuk memberikan ketrampilan kepada petani terhadap cara pemeliharaan pohon mangga berupa pemangkasan secara rutin.

Untuk memproduksi indukan pohon mangga varietas Agri Gardina 45 pengembangan akan dilakukan di BBI Kepri. Untuk itu, Tim Balitbu akan memberikan pelatihan teknis secara langsung pemangkasan dan pengembangan melalui penyambungan kepada Tim BPTP Kepri dan teknisi BBI. Berikut dengan kendala yang dialami terkait pengembangan Mangga Agri Gardina 45 di BBI yang masih berlabel biru sehingga tidak bisa dikembangakan sebagai indukan. Namun peneliti Balitbu menyatakan pemulia mangga dari Balitbu bersedia memberikan keterangan bahwa mangga Agri Gardina 45 yang dikembangkan akan diubah menjadi label putih sehingga layak menjadi bibit.

 === 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/ 

 

Reporter : Firsta A.S. & Lutfi H.
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018