Sabtu, 01 Oktober 2022


Perhatikan 5P, Dijamin Sukses Tanam Bawang Merah dalam Pot

20 Sep 2022, 07:24 WIBEditor : Gesha

Bawang Merah dalam Pot | Sumber Foto:Dispertan Banten

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Untuk sukses bertanam bawang merah dalam pot, setidaknya ada lima hal yang harus diperhatikan dalam budidaya bawang merah dalam pot/polybag (tabalampot) agar hasilnya optimal, disingkat 5P. Apa sajakah itu?

Tanam bawang merah sangat mudah dilakukan oleh masyarakat hanya menggunakan pot. Namun agar hasilnya optimal dan menguntungkan, masyarat harus memperhatikan langkah-langkah budidaya yang disebut sebagai 5P. Pertama, adalah Pemilihan benih.  Benih yang dipilih adalah benih bersertifikat yang tentunya terjamin mutu dan kebenarannya. Benih umbi yang akan ditanam dipastikan telah melewati masa dormansi minimal 2 bulan dari tanggal panen.

Hal kedua yang penting diperhatikan adalah Persiapan tanam. Persiapan tanam terdiri dari pemilihan lokasi dan penyiapan media tanam.  Pemilihan lokasi harus memperhatikan sinar matahari dapat diperoleh tanaman secara penuh. Selanjutnya, pot/polybag berukuran diameter 20-25 cm sudah cukup untuk menanam satu umbi bawang merah. Media tanam terdiri dari pupuk kandang sapi, sekam dan tanah dengan perbandingan 1 : 1 : 1 volume per volume. Media tanam dimasukkan ke dalam pot/polybag sampai ketinggian 20 cm.  Pemupukan dasar berupa TSP/SP36 sebanyak 3 g/pot perlu dilakukan pada 3-7 hari sebelum tanam dengan cara diaduk merata pada media bagian atas.

Baca Juga : Bawang Merah Dalam Pot, Amankan Ekonomi Rumah Tangga

Ketiga, saat akan melakukan Penanaman, kondisi media tanam dalam keadaan lembab untuk menghindari kerusakan umbi saat tanam. Penambahan fungisida perlu dilakukan dengan cara ditaburkan ke permukaan umbi sebelum umbi ditanam dengan dosis 1 gram untuk 1 kg benih umbi Untuk mencegah serangan penyakit. Satu pot/polybag cukup ditanam satu umbi saja. Sesaat sebelum ditanam, ujung atas umbi dipotong terlebih dahulu 1/4 sampai 1/3 bagian menggunakan pisau tajam dan bersih. Selanjutnya umbi ditanam dengan ujung yang dipotong berada di atas dan tidak tertutup media tanam.

Keempat, Pemeliharaan tanaman harus dilakukan dengan cermat dan sesuai anjuran. Penyiraman dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore atau disesuaikan dengan kondisi kelembaban tanah sampai dengan umur tanaman sekurang-kurangnya 50 hari setelah tanam (HST). Setelah itu, penyiraman cukup dilakukan sekali sehari. Lakukan pemupukan sebanyak 3 kali pada umur tanaman 10, 20, dan 30 HST.  Pupuk yang diberikan berupa NPK 16-16-16 sebanyak 3 g/pot.  Teknik pemupukan dilakukan dengan cara membuat lubang di kanan dan kiri tanaman, selanjutnya ditutup kembali dengan tanah setelah pupuk dimasukkan.  Lakukan penyiraman segera setelah pemupukan. Apabila ada gulma tumbuh di dalam pot maka tanaman penganggu tersebut harus segera dibuang/dicabut agar tidak terjadi kompetisi hara.

Selanjutnya, Panen dilakukan setelah tanaman berumur sekurang-kurangnya 60 HST.  Ciri-ciri utama yang menunjukkan bahwa bawang siap panen adalah umbi muncul ke permukaan tanah, 75?un telah rebah dan menguning, dan pangkal daun yang menempel ke umbi terasa kosong.  Perlu diperhatikan bahwa sebelum dipanen, tanaman dibiarkan tidak disiram selama 3 hari. Panen dilakukan dengan mencabut atau mencungkil tanaman secara hati-hati sehingga umbi tidak lepas dari batang semu.  

Jika hasil panen akan dikonsumsi maka bawang sudah siap untuk langsung dimanfaatkan. Namun apabila akan dijadikan benih untuk tanaman berikutnya ataupun akan disimpan untuk jangka waktu lama, maka umbi hasil panen harus dijemur selama 10-15 hari serta dihindarkan dari hujan ataupun kondisi lembab. Umbi yang telah kering kemudian dibawa ke tempat penyimpanan. Pastikan bahwa tempat penyimpanan memenuhi persyaratan teknis yang kering dan tidak lembab. Aaerasi dan ventilasi juga dijaga cukup sehingga mampu mencegah perpindahan panas, air, dan embun dari luar gudang.

Tahap akhir adalah melakukan sortasi umbi, yaitu memisahkan umbi yang rusak dan yang belum kering. Selanjutnya, umbi yang telah disortasi dibawa ke tempat penyimpanan. Umbi disimpan dengan cara digantung atau diletakkan di rak/para-para. Tinggi rak disesuaikan dengan bangunan, dengan jarak antar rak/para-para tingginya 30 cm.

Dengan meggerakkan budidaya bawang merah skala rumah dalam pot (tabalampot) berdasarkan prinsip 5P, maka setiap rumah tangga akan berkontribusi dalam mengurangi lonjakan drastis harga bawang merah disaat stoknya berkurang. Selain itu, buddidaya tabalampot ini juga akan mengurangi biaya belanja keluarga sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga. Ekonomi keluargapun akan terbantu di saat harga bawang merah menggila.

Reporter : Ikrarwati, Nofi Anisatun R, Tezar Ramdhan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018