Minggu, 14 April 2024


Civitas BRIN CWS Medan Bahas Kerjasama Riset

14 Mar 2023, 04:12 WIBEditor : Gesha

Kawasan kerja bersama (Co Work Space/CWS) Medan, Sumatra Utara melakukan konsolidasi sesama periset mulai Aceh, Sumut dan Bengkulu serta membahas terkait kerjasama riset | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Medan - Dalam mendukung peningkatan kinerja riset di Indonesia, kawasan kerja bersama (Co Work Space/CWS) Medan, Sumatra Utara melakukan konsolidasi sesama periset mulai Aceh, Sumut dan Bengkulu serta membahas terkait kerjasama riset secara daring dan luring berlangsung di Aula Balai Arkeologi, Medan (1/3).

Dalam pemaparannya Dr Basri A. Bakar MSi selaku narasumber dari perwakilan Aceh menyampaikan, untuk mendukung kinerja riset pihaknya telah melakukan penjajakan kerjasama MoU dengan berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) dan Politeknik Venuzuela Indonesia (Poliven) termasuk juga dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Indrapuri Aceh Besar.

"Kerjasama ini merupakan hal penting yang harus kita lakukan dalam upaya peningkatan kinerja riset," ujarnya.

Sambil menyusun proposal kegiatan sambung Basri, selama ini tim nya masih menggunakan dana mandiri yang dihimpun dari periset.

"Untuk mendapatkan dana baik Inkind atau Incash, kita juga telah membangun komunikasi dengan Kabid Litbang Bappeda Aceh melalui sinergisitas kolaborasi riset," tandasnya.

Sementara Dr Junita Barus M.Si periset BRIN dari Lampung menyebutkan bahwa pihaknya juga telah melakukan pertemuan rutin dan berusaha menjalin kerjasama dengan universitas yang ada di Lampung. 

Walaupun kerjasama dengan universitas selama ini tidak mendapatkan dana, kita dengan suka rela menggunakan dana mandiri. 

Ditambahkan, proposal yang tidak lolos di Rumah Program 2023 saat ini dilakukan dengan pembiayaan mandiri serta berharap mendapat legitimasi dalam bentuk SK dari BRIN. Sehingga hasil/output dari penelitian tersebut dapat diakui.

"Sementara lahan yang digunakan untuk kegiatan riset mandiri tersebut adalah lahan Politeknik Negeri Lampung (Polinela) dan laboratorium UNILA," jelasnya.

Lanjut Junita, terkait publikasi seperti jurnal bereputasi menengah dan global (Q1 dan Q2) terdapat berbagai pilihan (gratis dan berbayar) dengan frekuensi terbit berbeda-beda sehingga periset dapat memilih jurnal yang sesuai dengan kebutuhan.

Sebelumnya Ketua Kelompok Riset PR Tanaman Pangan, Dr. Setia Sari Girsang dalam sambutannya memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas inisiasi para periset dalam melaksanakan penelitian untuk menghasilkan publikasi.

Pihaknya berjanji akan memfasilitasi dengan Pusat Riset. Proposal yang telah disusun dapat diserahkan ke ketua kelris dan kemudian akan diajukan ke Kepala PR untuk dibuatkan SK.

Untuk itu, bagi periset diharapkan dapat menyiapkan proposal kegiatan tahun 2023. 

"Kami juga saat ini sedang berusaha melakukan kerjasama dengan Universitas Prima," ujarnya optimis.

Sari mengharapkan agar semua anggota Kelris 21 memiliki kegiatan di tahun 2023 dengan membuat proposal baik untuk rumah program ataupun kegiatan mandiri. Syarat proposal mandiri katanya, layout sesuai format OR-PP, maksimal mengikuti dua kegiatan, harus ada laporan bulanan yang disampaikan ke ketua Kelris dan dilanjutkan ke Kepala PR. 

Jon Harnas salah satu anggota periset dari Sumut mengemukakan penelitian mandiri jagung dan ubi jalar perlu dibuatkan SK dari BRIN. Pihaknya bersepakat ke depan akan mencoba untuk membuat proposal dan dimasukkan ke kegiatan rumah program.

Reporter : AbdA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018