Wednesday, 21 October 2026


Solar Tracker Karya Mahasiswa Ini Bikin Efisiensi PLTS Naik 28 Persen

31 Mar 2026, 20:26 WIBEditor : Gesha

Mahasiswa Polbangtan Bogor ciptakan solar tracker cerdas, bikin efisiensi PLTS naik 28 persen dan arus listrik lebih optimal, solusi pas buat daerah terpencil tanpa akses listrik.

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor -- Mahasiswa Polbangtan Bogor ciptakan solar tracker cerdas, bikin efisiensi PLTS naik 28 persen dan arus listrik lebih optimal, solusi pas buat daerah terpencil tanpa akses listrik.

Di tengah terik yang tak pernah benar-benar diam, inovasi dari kampus justru bergerak mengikuti arah cahaya. 

Seorang mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor menghadirkan teknologi solar tracker yang mampu meningkatkan efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 28 persen, sebuah lompatan yang terasa sederhana, tapi dampaknya tak bisa dianggap remeh, terutama bagi wilayah tanpa akses listrik.

Adalah Wendy Saputra, sosok di balik inovasi ini. 

Ia mengembangkan sistem pelacak matahari berbasis Real Time Clock (RTC) yang memungkinkan panel surya bergerak mengikuti pergeseran matahari dari pagi hingga sore. 

Dengan kata lain, panel tak lagi diam menunggu cahaya, melainkan “menjemput” energi yang terus berpindah di langit.

Berbeda dengan panel statis yang hanya menghadap satu arah, teknologi ini mengatur sudut panel secara otomatis dan berkala. 

Sistem bekerja mulai dari sudut awal 25 derajat, lalu menyesuaikan posisi setiap jam mengikuti lintasan matahari. 

Perangkat ini mengandalkan kombinasi aktuator linier, modul RTC DS3231, serta layar LCD I2C yang terintegrasi dalam satu kendali berbasis perangkat lunak.

Hasil uji coba menunjukkan peningkatan performa yang signifikan. 

Selain efisiensi daya naik hingga 28 persen, arus listrik juga meningkat sekitar 23 persen dibandingkan sistem panel konvensional. 

Angka ini menjadi jawaban atas salah satu tantangan utama PLTS, yakni optimalisasi penyerapan energi sepanjang hari.

Tak berhenti di laboratorium, inovasi ini dirancang untuk bisa langsung diterapkan di lapangan. 

Mulai dari tahap survei lokasi, perakitan, hingga monitoring dilakukan secara sistematis. 

Skema ini membuka peluang luas bagi masyarakat di daerah terpencil untuk memanfaatkan energi surya secara mandiri, tanpa bergantung pada jaringan listrik nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai inovasi ini sejalan dengan arah pembangunan pertanian modern.

Ia menekankan bahwa pemanfaatan energi terbarukan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi sekaligus produktivitas sektor pertanian.

“Generasi muda kita mampu menghadirkan solusi nyata. Ini bukan hanya soal energi, tapi juga ketahanan pangan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti yang melihat inovasi ini sebagai bagian dari transformasi pertanian berbasis teknologi. 

Menurutnya, solar tracker berbasis RTC tidak hanya meningkatkan efisiensi energi, tetapi juga menjadi media pembelajaran teknologi bagi petani dan generasi muda.

Sementara itu, Direktur Polbangtan Bogor Yoyon Haryanto menyebut karya ini sebagai bukti nyata sinergi antara pendidikan vokasi dan kebutuhan lapangan. 

Ia menilai mahasiswa kini tidak hanya belajar teori, tetapi juga mampu menjawab persoalan riil di masyarakat.

Dari sisi pendidikan, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Muhammad Amin menekankan pentingnya penguatan ekosistem inovasi agar teknologi serupa bisa terus dikembangkan dan direplikasi di berbagai daerah.

Meski demikian, teknologi ini masih menghadapi sejumlah tantangan. 

Biaya awal instalasi yang relatif lebih tinggi serta kebutuhan perawatan berkala menjadi catatan penting. 

Namun, jika ditimbang dari manfaat jangka panjang, terutama peningkatan efisiensi energi investasi ini dinilai layak, terlebih untuk wilayah off-grid yang selama ini hidup dalam keterbatasan listrik.

Di tengah langit yang terus bergerak, teknologi ini seperti memberi pesan sederhana: energi tak pernah benar-benar hilang, hanya perlu dikejar dengan cara yang lebih cerdas. 

Dan dari tangan seorang mahasiswa, cahaya itu kini punya arah baru, dimana lebih presisi, lebih efisien, dan lebih dekat dengan masa depan energi Indonesia.

Reporter : Wsd
Sumber : Polbangtan Bogor
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018