
BPPSDMP menyiapkan Magister Terapan Penyuluhan Pertanian di dua Polbangtan pertama guna mencetak SDM pertanian unggul dan penyuluh profesional.
TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor – BPPSDMP menyiapkan Magister Terapan Penyuluhan Pertanian di dua Polbangtan pertama guna mencetak SDM pertanian unggul dan penyuluh profesional.
Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian tengah menyiapkan pembukaan Program Magister Terapan (S2 Terapan) bidang Penyuluhan Pertanian sebagai langkah memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian Indonesia.
Program pendidikan vokasi tersebut direncanakan pertama kali dibuka di dua Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan), yakni Polbangtan Bogor dan Polbangtan Malang.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP, Muhammad Amin, mengatakan program Magister Terapan dirancang untuk menjawab kebutuhan tenaga profesional yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kemampuan aplikatif dalam menyelesaikan persoalan pertanian secara langsung di lapangan.
"Magister terapan ini sesungguhnya disiapkan untuk peningkatan kapasitas SDM pertanian. Yang kami harapkan adalah menghasilkan lulusan magister yang siap pakai, siap melakukan terobosan-terobosan di lapangan karena mereka dibekali keterampilan dan kompetensi yang memang sesuai dengan kebutuhan sektor pertanian," ujar Amin di Bogor, Jumat (26/6/2026).
Menurutnya, konsep Magister Terapan berbeda dengan pendidikan akademik pada umumnya.
Jika program akademik lebih menitikberatkan pada pengembangan ilmu pengetahuan dan penelitian, maka Magister Terapan lebih berorientasi pada penguasaan kompetensi praktis yang dapat langsung diterapkan dalam mendampingi petani dan menyelesaikan berbagai persoalan di sektor pertanian.
"Mereka akan menjadi lebih spesialis. Tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu memberikan edukasi kepada petani sekaligus menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi di lapangan," katanya.
Ia menjelaskan, lulusan Magister Terapan nantinya diharapkan mampu memperkuat sistem penyuluhan pertanian nasional.
Mereka diproyeksikan menjadi tenaga profesional yang memiliki kemampuan melakukan pendampingan, menyusun strategi pengembangan usaha tani, hingga memitigasi berbagai tantangan yang dihadapi petani dan kelompok tani.
"Kehadiran mereka diharapkan benar-benar mampu memitigasi berbagai persoalan yang dihadapi petani maupun kelompok tani sehingga pendampingan menjadi lebih efektif dan mampu menghasilkan solusi yang tepat," ujarnya.
Selain menjadi penyuluh profesional, lulusan Magister Terapan juga diharapkan mampu menjadi penggerak inovasi, fasilitator pemberdayaan petani, hingga pengelola program pembangunan pertanian di berbagai daerah.
Menurut Amin, sasaran utama program tersebut adalah alumni Polbangtan, khususnya lulusan Sarjana Terapan (D4) bidang penyuluhan pertanian.
Namun, kesempatan juga akan terbuka bagi SDM pertanian lainnya sesuai persyaratan yang nantinya ditetapkan.
"Kami berharap alumni Polbangtan menjadi prioritas karena mereka sudah memiliki dasar pendidikan vokasi di bidang pertanian. Dengan peningkatan jenjang pendidikan ini, mereka akan memiliki kompetensi yang lebih tinggi untuk mengawal pembangunan pertanian nasional," jelasnya.
Ia menambahkan, kebutuhan terhadap SDM pertanian yang berkualitas terus meningkat seiring berbagai program strategis pemerintah yang berfokus pada penguatan sektor pertanian dan percepatan swasembada pangan.
"Seluruh program pemerintah saat ini diarahkan untuk memperkuat sektor pertanian. Karena itu diperlukan pendampingan yang semakin baik, didukung SDM yang memiliki pengetahuan memadai, keterampilan yang kuat, dan kompetensi profesional. Salah satunya melalui Magister Terapan yang kami bangun di Polbangtan, terutama di Polbangtan Bogor," katanya.
Untuk tahap awal, BPPSDMP menyiapkan dua kampus sebagai penyelenggara, yakni Polbangtan Bogor dan Polbangtan Malang.
Kedua perguruan tinggi vokasi tersebut dinilai telah memiliki kesiapan dari sisi tenaga pengajar, kurikulum, sarana prasarana, serta pengalaman menyelenggarakan pendidikan vokasi pertanian.
"Yang kami siapkan ada dua, yaitu Polbangtan Bogor dan Polbangtan Malang. Kedua kampus ini kami upayakan menjadi penyelenggara Magister Terapan Penyuluhan Pertanian," ujar Amin.
Saat ini proses pembukaan program masih berlangsung dan melibatkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
BPPSDMP telah melakukan koordinasi, mengajukan usulan pembukaan program studi, sekaligus menyiapkan berbagai persyaratan administrasi dan akademik, termasuk penyusunan naskah akademik.
"Prosesnya sedang berjalan. Kami sudah berkoordinasi dengan Kemendiktisaintek, sudah mengusulkan, dan saat ini juga menyiapkan naskah akademiknya. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama program ini sudah bisa dibuka," ungkapnya.
Apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana, Polbangtan Bogor dan Polbangtan Malang akan menjadi dua perguruan tinggi vokasi pertama di Indonesia yang menyelenggarakan Program Magister Terapan bidang Penyuluhan Pertanian.
Langkah tersebut sekaligus menjadi tonggak baru dalam pengembangan pendidikan vokasi pertanian di bawah BPPSDMP.
Selama ini Polbangtan menyelenggarakan pendidikan vokasi jenjang Sarjana Terapan (D4) yang berorientasi pada praktik lapangan, penguasaan teknologi, serta pencetakan tenaga profesional dan wirausahawan muda di sektor pertanian.
Dengan hadirnya Program Magister Terapan (S2 Terapan), BPPSDMP berharap terbentuk kesinambungan pendidikan vokasi dari jenjang Sarjana Terapan hingga Magister Terapan.
Jalur pendidikan ini diharapkan mampu melahirkan SDM pertanian yang semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki kemampuan kepemimpinan, serta mampu menjadi penyelesai masalah (problem solver) bagi petani dalam mendukung transformasi pertanian Indonesia menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.



